Saldo Kas Pemprov Jabar Tersisa Rp 500 Ribu, Tren Kendaraan Listrik Salah Satu Pemicunya

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalBekasi.com – Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman membenarkan kondisi Kas Umum Daerah (RKUD) Jawa Barat yang hanya tersisa Rp500.000. Kondisi tersebut bersamaan dengan terjadinya tunda bayar kewajiban kepada kontraktor senilai Rp621 miliar

“APBD 2025 kita progresif. Pendapatannya dipasang tinggi, belanjanya juga tinggi. Dari sisi belanja, realisasinya sangat baik. Sementara dari sisi pendapatan, bukan kinerjanya yang buruk, tetapi targetnya memang di atas rata-rata,” ujar Herman, Jum’at (9/1)

Ia mengungkapkan, hingga 31 Desember 2025, realisasi pendapatan daerah mencapai 94,37 persen dari total target sebesar Rp31,09 triliun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekurangan realisasi pendapatan tersebut menyebabkan tidak tertutupnya pos belanja senilai Rp621 miliar. Ia menambahkan, melesetnya target pendapatan dipengaruhi oleh pemangkasan dana transfer ke daerah sebesar Rp2,4 triliun, serta perubahan tren kendaraan bermotor, khususnya meningkatnya penggunaan kendaraan listrik yang memperoleh berbagai insentif fiskal.

“Tren mobil baru mengarah ke kendaraan nonkonvensional, khususnya mobil listrik yang mendapatkan subsidi dan keringanan pajak. Akibatnya, ada target penerimaan pajak daerah yang tidak tercapai,” katanya.

Terkait kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga, Herman memastikan hak para kontraktor tetap terjamin dan akan dialokasikan dalam APBD Tahun 2026. Kewajiban tersebut terutama berada di Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, Dinas Perhubungan, serta sejumlah perangkat daerah lainnya.

Menurut Herman, para kontraktor telah bersikap kooperatif setelah Pemprov Jabar memberikan peringatan sejak awal mengenai potensi dinamika keuangan daerah.

“Kami sudah memberikan peringatan sejak awal. Yang terpenting ada kepastian, dan pada 2026 sudah pasti teralokasi serta akan dibayarkan,” tegasnya. (red)

 

 

Berita Terkait

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati
Warga Keluhkan Dugaan Pungutan Parkir di Samsat Bekasi Kota, Padahal Tertera “Gratis”

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 09:57 WIB

Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan

Kamis, 16 April 2026 - 22:19 WIB

Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB