KanalBekasi.com – Direktur Utama RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi · Dr. dr. Ellya Niken Prastiwi dalam jumpa pers pada Rabu 14 Januari 2026. menanggapi kabar hutang RSUD Chasbullah Abdulmajid mencapai Rp70 miliar
Besaran hutang, kata Niken tidak sebesar yang disebut sejumlah media. Pihak RSUD sebagai BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) diperbolehkan melakukan tunda bayar pada beberapa pos anggaran operasional.
“Ga sebesar (jumlah hutang) yang ditulis media. Kami sedang mengevaluasi dengan inspektorat soal besarannya kami ga bisa sebut karena masih berproses,”ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Niken juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah rasionalisasi yang sudah dikaji dan dikomparasi dengan rumah sakit swasta dan RSUD daerah lain. Kebijakan yang diambil diantaranya melakukan rasionalisasi untuk tenaga administrator ASN,
“Disitu ada gaji, TPP dan renumerasi,” jelasnya
Namun Niken tidak menjelaskan secara rinci dari jumlah hutang yang ditanggung RSUD CAM dari sektor apa saja yang paling besar. Sementara itu ia menyebut piutang BPJS ke RSUD CAM sekira Rp20-25 miliar per bulan yang tagihannya berproses.
“Kalau BPJS setiap bulan nya tagihan sekitar Rp20-25 miliar dan itu kan berproses penagihannya,”tuturnya.
Niken juga menyebut di tahun 2025 pendapatan RSUD CAM sekitar Rp384 miliar. Ia menegaskan, hutang yang ada di RSUD CAM tidak akan menurunkan kualitas pelayanan apalagi sampai dibilang gulung tikar.
“Pelayanan sampai saat ini masih seperti biasa tidak ada itu penurunan kualitas atau dibilang sampai gulung tikar,”tandasnya.(red)


































