Pemilik Akun Facebook Dr H Rahmat Effendi Dipolisikan

Senin, 26 Maret 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Naupal Alrasyid usai membuat laporan pemilik akun facebook palsu Dr H Rahmat Effendi, di Kantor Polres Bekasi Kota

Naupal Alrasyid usai membuat laporan pemilik akun facebook palsu Dr H Rahmat Effendi, di Kantor Polres Bekasi Kota

KanalBekasi.com – Kuasa hukum, Rahmat Effendi, Naupal Alrasyid melaporkan pemilik akun palsu Dr H Rahmat Effendi, ke Kantor Polres Metro Bekasi Kota, Senin (26/3).

Kasus ini diketahui setelah pelaku melalui akun FB palsu menggunakan nama Dr H Rahmat Effendi membuat status yang dinilai merugikan kliennya.

Padahal menurut Naupal, kliennya tidak merasa memiliki akun tersebut, apalagi membuat status dan berita yang tidak benar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita melaporkan pemilik akun facebook Dr H Rahmat  Effendi. Karena pada akun tersebut pelaku telah membuat status dengan kalimat kurang baik pada sebuah foto Preside RI, Joko Widodo, dengan tulisan Wah Pakde cari duit sampe segininya,” katanya. “Selain itu, dibawah foto Presiden Jokowi juga tertulis nama Arseto Pariadji , yang dituding undangan anak Presiden Jokowi dijual sebesar Rp 25 juta,” timpal Naupal.

Surat laporan nomor, 150/K/III/2018/SPKT/Restro Bks Kota, Naupal mencoba mempidanakan pelaku pemilik akun facebook palsu Rahmat Effendi, dengan pasal berlapis yakni pasal 35 jo pasal 51 ayat 1 undang-undang nomor 11 tahun 2008, tentang ITE. Dan tentang tindak pidana pemalsuan pasal 263 ayat 1.

Pasal 35, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik. Pasal 51 , setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

“Pasal 263 ayat 1, barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan suatu hak, sesuatu perjanjian atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian, dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun”.

“Kami berharap aparat kepolisian bisa segera mengungkap pemilik akun facebook palsu yang telah menccemarkan nama baik klien kami,” tandas Naupal.(sgr)

Berita Terkait

Kasus Perundungan di SDN. Jatimekar III, Plt. Kadisdik Soroti Lemahnya Pengawasan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati
Warga Keluhkan Dugaan Pungutan Parkir di Samsat Bekasi Kota, Padahal Tertera “Gratis”
El Nino Bikin Cuaca Kemarau Terasa Lebih Panas
Sinergi Kecamatan Jatiasih – Kejaksaan: Pastikan Tata Kelola Anggaran ‘RW Keren’ Akuntabel dan Transparan
Tingkatkan Kepercayaan Diri RW, Kecamatan Jatiasih Gelar Pendampingan Pengelolaan Dana Lingkungan
Pemerintah Genjot 30 Ribu Kopdes Merah Putih, Prioritaskan Desa, Kota Terkendala Lahan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 23:41 WIB

Kasus Perundungan di SDN. Jatimekar III, Plt. Kadisdik Soroti Lemahnya Pengawasan

Kamis, 16 April 2026 - 22:19 WIB

Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Kamis, 16 April 2026 - 17:28 WIB

Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati

Kamis, 16 April 2026 - 14:46 WIB

Warga Keluhkan Dugaan Pungutan Parkir di Samsat Bekasi Kota, Padahal Tertera “Gratis”

Kamis, 16 April 2026 - 13:01 WIB

Sinergi Kecamatan Jatiasih – Kejaksaan: Pastikan Tata Kelola Anggaran ‘RW Keren’ Akuntabel dan Transparan

Berita Terbaru