Iklan Rokok Hambat Bekasi jadi Kota Layak Anak

Jumat, 20 Juli 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lomba mewarnai menyambut Peringatan Hari Anak Nasional Indonesia di Blu Plaza

Lomba mewarnai menyambut Peringatan Hari Anak Nasional Indonesia di Blu Plaza

KanalBekasi.com – Kota Bekasi masih terhambat untuk meraih predikat kota layak anak. Hambatan untuk mendapat penilaian yang bagus sebagai Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) tersebut adalah masih banyaknya iklan rokok di Kota Bekasi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bekasi, Riswanti menuturkan keberadaan iklan rokok tersebut menjadi dilema. Disatu sisi menghambat penilaian, namun disisi lain, keberadaan iklan tersebut juga menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup signifikan bagi keuangan daerah.

“Ini yang membuat kita sulit untuk mencegah keberadaan iklan rokok,” kata Riswanti saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional Indonesia (HANI) di Blu Plaza, Bekasi Timur, Kamis (19/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Riswanti mengakui, keberadaan iklan rokok memang berdampak pada penilaian oleh tim verifikasi dari Kementerian PPPA. Iklan-iklan rokok di ruang publik, kara Riswanti, memberikan nilai nol (0) dalam penghitungan petugas.

“Banyak yang tidak paham, bahwa penayangan iklan rokok (di papan reklame, baliho, poster dan sebagainya) itu sangat menghambat kami menuju kota layak anak,” kata Riswanti,

Tahun lalu, lanjut dia, tim dari Kementerian PPPA melakukan pengecekan di lingkungan pemerintah daerah.

Beberapa di antaranya ada yang pergi ke arah belakang atau toilet.

Di sana, petugas mendapati beberapa puntung rokok, padahal sebagai fasilitas umum seharusnya toilet di kantor pemerintahan tidak boleh ada rokok.

Selain tidak ramah terhadap anak-anak yang menggunakannya, merokok di kantor pemerintahan juga melanggar aturan yang berlaku.

“Petugas tidak peduli, apabila kenyataannya masih ada yang merokok di area tersebut, langsung dikurangi nilai kita,” katanya.

“Semuanya harus mau berkomitmen menuju ke arah sana seperti masyarakat karena kalau DPPPA sendiri enggak akan pernah mampu,” tutupnya.(sgr)

Berita Terkait

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak
Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Anggota Komisi IV Soroti Pengangkatan Kepsek Definitif, Sedangkan Kadisdik Masih Plt
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Kasus Perundungan di SDN. Jatimekar III, Plt. Kadisdik Soroti Lemahnya Pengawasan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:07 WIB

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 14:41 WIB

Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB