KanalBekasi.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai mengaktifkan Posko Utama Pengendali Operasi dalam rangka persiapan menghadapi potensi bencana alam selama musim hujan 2018.
“Kita mendirikan Posko Utama sebagai pusat pengendali operasi yang ada di Kompleks Pemkot Bekasi,” kata Kepala Seksi Rehabilitas dan Rekonstruksi BPBD Kota Bekasi, Edy Sukamto, di Bekasi, Minggu (11/11)
Kota Bekasi, lanjut Edy, masuk dalam kawasan rawan bencana selama musim kali ini berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Curah hujan yang tinggi menurut Edy berpotensi banjir di beberapa titik. Salah satu sumber banjir adalah Kali Bekasi. Di Kali itu menjadi tempat aliran air dari wilayah Bogor, dan mengaliri sejumlah titik seperti pemukiman di Bekasi Selatan, Bekasi Utara hingga sampai ke hilir.
Lebih lanjut, Edy menyebut banjir juga akan mewabah ke Kali Cakung. Bila curah hujan tinggi, air bakal menyapu daratan wilayah Barat, seperti Perumahan Dosen IKIP, Perumahan Nasio, Perumahan Harapan Baru dan pemukiman lainnya.
“ Untuk antisipasi nya kita sudah siapkan personel yang selalu siap siaga menghadapi bencana ada sekitar 50 orang, sebanyak 40 di antaranya adalah Pekerja Harian Lepas (PHL),” katanya.
Posko Utama itu, lanjut Edy, telah dilengkapi dengan sejumlah sarana dan prasarana evakuasi korban bencana, mulai dari persediaan makanan instans, perahu karet, dayung, tenda darurat, alat selam dan lainnya.
“Kalau ada yang kurang, kita akan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain. Itu juga berlaku untuk persediaan makanan bagi korban,” katanya.
Seluruh sarana dan prasarana itu dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi tahun 2018.
Edy menambahkan, akibat tingginya potensi bencana di wilayah Kota Bekasi di antaranya Kompleks IKIP Pondokgede, Kompleks Nasio Bekasi, Kecamatan Bekasi utara, Kelurahan Teluk Pucung belakang Giant Wisma Asri, Jatiasih dan Bantargebang.
“Seiring dibangunnya kolam retensi di beberapa titik, memang banjir tidak terlalu lama menggenang. Namun masih ada yang cukup dalam jika banjir datang apalagi kiriman dari Bogor. Ketinggian air masih kisaran 60 cm sampai dua meter,” Tutupnya.(sgr)






































