KanalBekasi.com – Taabung gas elpiji berukuran 12 kg meledak, dan menghancurkan rumah Farel Situmorang, di Perum Harapan Baru 2, Jalan Gurame 2 Blok E2, nomor 14 Rt 06 Rw 2 Kota Baru, Bekasi Barat, pada Kamis (8/11).
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jairus Saragih mengatakan, ledakan gas elpiji 12 kg, terjadi karena kebocoran regulator.
Peristiwa tersebut bermula saat pemilik rumah Farel hendak memasak air setelah bangun tidur sekitar jam empat subuh. Ia kemudian mencoba menyalakan kompor gas di lantai satu rumahnya, namun tidak menyala. Lalu, dia kembali mencoba kompor gas kedua dan seketika langsung terjadi ledakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi dugaan dari pemeriksaan ada kebocoran bagian kepala regulatornya, akibatnya gas dari dalam tabung itu bocor dan mengendap di sekitar kompor atau area masak, ketika ada pemantik gas itu langsung menimbulkan ledakan yang cukup kuat,” jelas Jairus.
Polisi mengamankan barang bukti dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) berupa kepala dan selang regulator gas 12 kg.
“Ditambah kondisi rumah yang minim ventilasi mengakibatkan udara pada saat gas bocor tidak keluar hingga saat terjadi ledakan seisi rumah hancur akibat tekanan gas di dalam rumah yang tinggi,” tambahnya.
Dalam insiden tersebut, empat orang mengalamai luka diantaranya Farel Situmorang (59) pemilik rumah, David Situmorang (28) anak, Samsiah (53) istri, dan Eisen Rosafel Panjaitan (38) tetangga rumah.
Kondisi rumah hancur, atap, dinding, hingga pintu depan dan satu unit mobil dengan nomor polisi B 1402 KMH mengalami kerusakan.
Selain itu, lima rumah di sekitar lokasi kejadian juga mengalami kerusakan akibat terkena imbas ledakan dan respihan rumah.
Saat ini, korban luka masih dirawat di Rumah Sakit Ananda Bekasi., masing-masing bernama luka, Farel dan Samsiah mengalami luka bakar pada badan, David mengalami luka sobek pada kepala, Eisen mengalami luka robek pada kepala, hidung, dahi, pipi kanan dan kiri memar.
Sementara itu, saksi mata Marzuki (53), mengatakan ledakan tedengar hingga radius 200 meter, pada pukul 04.10 wib, dini hari.
“Ledakan terdengar sampai 200 meter, saya kira ada bom pas saya samperin ternyata ledakan gas elpiji,” ujar Marzuki (53).
“Semua udah berserakan dan mulai ramai warga yang melihat kejadian ini,” tandas petugas keamanaan perumahan ini.(sgr)






































