KanalBekasi.com – Tak banyak mengetahui pembuat ciri khas corak batik bekasi.
Fairus, 23 tahun, salah satu penyandang disabilitas ini mampu menggali potensi dirinya melukis pohon bambu dan ikan gabus yang akhirnya dipantenkan sebagai corak khas batik bekasi.
Meskipun memiliki keterbatasan fisik, bukan penghalang bagi warga Kranji, Jakasampurna, Bekasi Barat ini. Setiap harinya, dia tak bosan melakukan inovasi untuk dapat menciptakan berbagai corak batik yang lain melalui guratan canting diatas potongan kain putih.
Ketua Kombas, Barito Hakim Putra menuturrkan, kendati memiliki keterbatasan fisik, talenta yang dimiliki Fairus dibidang lukisan batik sangat luar biasa. Sebab, tak semua orang normal mampu membuat lukisan corak batik yang membutuhkan ketekunan dan ketelitian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melihat bakat pemuda difabel tersebut, Kombas berupaya memfasilitasinya agar bakat tersebut dapat dikembangkan dan disalurkan.
Kombas menjadikan Fairus salah satu instruktur kegiatan pelatihan khusus membatik disekolah maupun kegiatan pameran.
“Fairus salah satu anggota Kombas yang memiliki talenta luar biasa. Bahkan, dia sangat peduli dan punya keinginan kuat untu meletarikan batik bekasi. Karena itu, kita jadikan dia (Fairus) sebagai instrukur dalam kegiatan pelatihan membatik disekolah maupun ketika ada acara pameran batik,” tutur Barito, Senin (3/12).
Baca Juga: Kota Bekasi Miliki Identitas Batik

Menurut Barito, sejumlah karya lukisan batik Fairus, telah mampu menyabet berbagai penghargaan mulai dari tingkat lokal maupun regional.
“Kami ingin memfasilitasinya dan memberikan motivasi kepada Fairus supaya bakatnya bisa terus dikembangkan,” katanya.
Baca Juga: Jokowi Janji Bangun Pabrik Khusus Disabilitas
Dia menambahkan, karya batik Fairus saat ini, digunakan sebagai seragam murid ditingkat sekolah dasar.
“Karya batiknya telah di hak patenkan menjadi ciri khas batik bekasi. dan karya batiknya itu digunakan sebagai seragam batik murid sekolah dasar,” katanya.(sgr)






































