KanalBekasi.com – Fasilitas Jaminan kesehatan Daerah (Jamkesda) berupa Kartu Sehat (KS) oleh Pemkot Bekasi dinilai memiliki orientasi yang salah. Ketua Komisi I DPRD Choiruman J Putro mengatakan orientasi kesehatan harusnya promotif preventif (pencegahan).
Seperti diketahui fasilitas kesehatan Kartu Sehat sebelumnya memungkinkan seorang pasien untuk langsung datang ke Rumah Sakit apabila mempunyai keluhan kesehatan, namun saat ini telah diubah melalui sistem rujukan.
“Rumah sakit cuma punya dua orientasi yaitu pengobatan dan rehabilitasi” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut Ia mengatakan sistem yang bagus sebenarnya adalah Puskesmas, karena yang dilakukan adalah promotif preventif.
“Seseorang ketika datang didata, kemudian dari data tersebut Puskesmas melakukan sosialisasi kesehatan” tambahnya.
Sebelumnya Choiruman mengkritisi pemkot Bekasi yang tidak mengintegrasikan KS kedalam JKN-KIS. Ia menyatakan sebenernya melalui JKN-KIS negara sudah menanggung warganya melalui sistem asuransi. Sedangkan untuk fasilitas kesehatannya adalah tugas Pemerintah Daerah.
“Jadi tugas Pemda memperbaiki sistem kesehatannya baik peralatan, SDM dan Insfratrukturnya” terangnya.
Seperti diinformasikan sebelumnya, Choiruman menyebut tidak ada benefit Pemkot Bekasi mempertahan KS. Ia menambahkan Pemerintah melalui Instruksi Kemenkes, PP dan Inpres telah menetapkan BPJS sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Sementara itu total yang sudah ditanggung BPJS sudah hampir 1,8 juta jiwa melalui jalur Peserta Pekerja Upah (PPU). Pemkot Bekasi, tambahnya, tinggal menganggarkan 900 ribu orang melalui APBD.
“Jadi Pemkot Bekasi bisa miliki anggaran cukup untuk perbaikan fasilitas beberapa Puskesmas yang akan dijadikan Rumah Sakit tipe D seperti yang di programkan” Tandasnya.(sgr)





































