Meski Defisit, Pemkot Bekasi Proses 10.121 Pelamar Tenaga Kontrak

Jumat, 18 Januari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

KanalBekasi.com – Walau mengalami defisit anggaran, Pemerintah Kota Bekasi berencana tetap akan merekrut Tenaga Kerja Kontrak untuk mendukung beban kerja di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tahun 2019 ini. Seperti diketahui Pemkot mengalami defisit pada 2018 lalu sebesar Rp 900 Milliar akibat belanja lebih besar ketimbang pendapatan.

Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Pembinaan Aparatur, Badan Kepegawaian dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi, Robbi Arfiansyah Putra mengatakan kebutuhan Tenaga kontrak masih dibutuhkan karena kebutuhan kerja di masing-masing OPD.

“Saat ini ada 10.121 orang yang sudah mendaftar untuk calon TKK baru, nanti tinggal disesuaikan kebutuhannya” kata Robbi, Jum’at (18/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Daftar sebagai Caleg, Sembilan TKK dan GTK Pemkot Bekasi Diberhentikan Sepihak

Kebutuhan TKK, kata dia, masih dirasa perlu mengingat adanya ASN yang sudah pensiun pada masing-masing OPD, namun ia tidak merinci berapa jumlah ASN yang akan pensiun pada 2019.

“Ajuan terbanyak Dinas Pendidikan karena kebutuhan guru besar, ada sekitar 2500 orang yang diajukan” terang Robbi

Seperti diinformasikan Pemkot Bekasi tercatat memiliki 11 Ribu pegawai berstatus tenaga kerja kontrak yang tersebar di masing-masing OPD. Pemkot mengalokasikan sekitar Rp 50 Milliar – Rp 60 Milliar setiap bulannya untuk gaji mereka.

Lebih lanjut, Robbi menyatakan berapa jumlah TKK yang masuk juga tetap disesuaikan anggaran serta kebutuhan dan beban kerja masing-masing OPD.

“Jadi selain anggaran, beban kerja setiap OPD juga jadi pertimbangan” pungkasnya

Seperti diberitakan sebelumnya, Anggota DPRD Kota Bekasi, Chairuman J Putro menyatakan empat hal yang menjadikan Pemkot Bekasi mengalami defisit anggaran antara lain TPP yang terlalu besar, Proyek Multiyears, Kartu sehat dan jumlah TKK yang besar. (sgr)

Berita Terkait

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak
Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:07 WIB

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 14:41 WIB

Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB