KanalBekasi.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaaan (Kemendikbud) melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Didik Suhardi mengatakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berkembang dengan cepat di Indonesia. Terkait hal tersebut, kata dia, hal yang harus ditekankan dalam PAUD adalah pendidikan karakter.
“Pendidikan karakter harus ditekankan di PAUD, bukan calistung. Masuk SD tidak boleh ada tes calistung karena pendidikan di lembaga PAUD bukan untuk mengajarkan calistung,” kata Didik, Rabu, (27/3).
Baca Juga: Asah Kemampuan Siswa, HIMPAUDI Bekasi Timur Helat Aneka Lomba
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada tahun 2016, saat Kemendikbud pertama kali memberikan bantuan operasional pendidikan (BOP) untuk PAUD, jumlah lembaga PAUD sekitar 190-ribu. Sekarang, katanya, sudah ada sekitar 246-ribu lembaga PAUD yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Didik mengatakan, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pendidikan prasekolah sudah tinggi. Yang masih menjadi persoalan adalah mengenai standardisasi penyelenggaraan lembaga PAUD, termasuk pengajaran calistung pada anak-anak usia dini.
“PAUD itu filosofinya adalah tempat bermain, taman bermain, itu harus diluruskan,” kata dia.
Ia menuturkan, Mendikbud Muhadjir Effendy juga akan membuat surat edaran ke sekolah-sekolah dasar supaya tidak memberlakukan tes calistung untuk calon peserta didik kelas satu, dan hanya melihat persyaratan usia.
Menurut Didik, saat ini terjadi kesalahpahaman praktik pendidikan di jenjang PAUD dan SD karena saat SD memberlakukan tes calistung untuk calon peserta didik kelas satu, maka otomatis lembaga PAUD juga akan terpaksa mengajarkan calistung kepada anak-anak usia dini.
“Ini yang harus dibenahi, PAUD bukan tempat belajar calistung, dan masuk SD tidak boleh ada tes calistung” Pungkasnya.(sgr)






































