KanalBekasi.com – Ingin memberikan suasana berbeda saat pembagian raport siswa, SDS Ananda Bekasi terapkan pakaian cabang olahraga oleh guru dan siswanya.
Kepala Sekolah SDS Ananda Bekasi, Bayu Artadri, mengatakan pakaian yang menandakan cabang olahraga tertentu yang dikenakan para guru dan siswa saat pembagian raport tersebut untuk memasyarakatkan olahraga kepada seluruh siswa SDS Ananda Bekasi.
“Kami ingin mensosialisasikan dan memasyarakatkan olahraga kepada siswa kami di sekolah,” ujarnya, Senin (25/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Joe Siswa SDS Ananda Bekasi, Rebut Emas di Kejuaraan Taekwondo
Sambung Bayu, dengan pakaian yang menandakan cabang olahraga tertentu, diharapkan para siswa akan lebih banyak mendapatkan informasi mengenai olahraga yang memang bisa mereka lakukan sesuai dengan tingkatan usia mereka.
“Sekolah juga berharap dengan adanya edukasi olahraga melalui pakaian yang dipakai tersebut, para siswa SDS Ananda Bekasi bukan hanya mengenal dan mengetahui olahraga tersebut, tetapi juga menerapkannya sesuai dengan usia mereka,” tekan Bayu.
Baca Juga: Dua Siswi SDS Ananda Hadiahi Prestasi Juara Jelang HUT Kota Bekasi
Selain itu, pengenalan dan edukasi cabang olahraga melalui baju yang digunakan oleh para guru tersebut diharapkan mampu memotivasi para siswa SDS Ananda Bekasi agar lebih berprestasi baik secara akademik, non akademik maupun di bidang olahraga.
“Mudah-mudahan melalui inovasi ini para siswa kami bisa menorehkan prestasinya di cabang olahraga,” harap Bayu.
Baca Juga: Dua Siswa SDS Ananda Jadi Wakil di Ajang PAI
Sementara itu, Noerman, salah seorang tenaga pendidik di SDS Ananda Bekasi, menegaskan bahwa penggunaan konstum yang diidentikan dengan berbagai macam kearifan lokal hingga kepada kesenian tradisional Indonesia di SDS Ananda Bekasi, merupakan salah satu ide dan kreativitas seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, Kepala Sekolah dan seluruh keluarga besar SDS Ananda Bekasi di dalam memberikan sesuatu yang unik dan berbeda kepada siswanya setiap pengambilan raport.
“Pihak sekolah ingin memberikan kesan yang unik dan berbeda serta edukatif kepada para siswanya, sehingga para siswa bukan hanya bertanya tetapi mereka juga bisa mencari tahu mengenai kostum yang dipakai atau mininal mereka bisa bertanya kepada para gurunya,” pungkas Noerman. (gir)






































