KanalBekasi.com – Rokok listrik (Vape) belakangan digandrung anak-anak muda. Vape memang tidak memakai tembakau, biasanya berisi cairan berbagai macam rasa yang menggugah selera. Namun kandungan Vape diyakini lebih berbahaya dari rokok biasa
Salah seorang dokter dari Rumah Sakit di Jakarta, Dokter Kiki Dwi Muljanti menyebut pengguna vape beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai ‘popcorn lung’.
Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: KPAD Ingatkan Penggunaan Vape Jadi Jalur Masuk Narkoba
“Jangan dianggap sepele, karena satu-satunya cara mengatasi penyakit ini dengan transplantasi paru-paru. bagaimana rasanya jika sampai paru-parumu harus ditransplantasi,” kata Kiki, Senin (15/7)
Beberpa penelitian, lanjut Kiki menemukan bahwa logam seperti timah, nikel, perak, besi, aluminium, silikat, dan kromium terkandung dalam asap vape dalam jumlah yang sama bahkan lebih besar dari yang ditemukan dalam asap rokok tradisional.
Partikel-partikel tersebut dapat merusak sistem pernapasan, menimbulkan risiko kanker, dan pertumbuhan sel yang abnormal.
“Ada seorang pasien wanita terkena pneumonia lipoid saat baru saja menjadi pengguna vape. Kasus ini disebabkan oleh reaksi peradangan terhadap keberadaan zat lipid di paru-paru, atau timbunan lemak yang ditemukan di jaringan paru-paru,” terang Kiki
Ia mengatakan bahwa itu semua ada hubungannya dengan minyak berbasis gliserin yang ditemukan dalam vape. Setelah berhenti menggunakan vape, kondisi pernapasannya membaik.
Rokok elektrik, sambung Kiki, juga mengandung nikotin yang merupakan salah satu zat adiktif yang juga terdapat dalam rokok tembakau.
Ketika pengguna berhenti menggunakannya, Ia akan merasa ingin selalu memakainya lagi, dan dapat menimbulkan perasaan mudah marah, depresi, gelisah, dan cemas.
“Hal ini berbahaya bagi orang yang menderita penyakit jantung,” imbuh Kiki
Tetap saja, menggunakan rokok elektrik tidak membuat tubuh Anda aman dari bahaya kesehatan yang ditimbulkannya. Menggunakan rokok elektrik maupun rokok tembakau, keduanya menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan Anda, entah dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
“Mungkin sekarang para pengguna rokok elektrik belum mengalami gangguan kesehatan, tetapi untuk dampak jangka panjangnya mungkin ada. Dampak kesehatan dari rokok baru muncul dalam waktu beberapa tahun ke depan,” pungkas Kiki. (sgr)






































