Greenpeace Soroti Sampah Impor di TPA Burangkreng

Rabu, 7 Agustus 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Greenpeace soroti sampah plastik membahayakan di TPA Burangkreng Bekasi

Greenpeace soroti sampah plastik membahayakan di TPA Burangkreng Bekasi

KanalBekasi.com – Greenpeace Indonesia menyoroti banyaknya sampah impor di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkreng, Setu,Kabupaten Bekasi.

Menurut Greenpeace keberadaan sampah impor tersebut sudah ada sejak 2016 sampai 2018. Menurutnya impor sampah plastik di wilayah ASEAN meningkat sebanyak 171%. Lebih dari dua juta ton sampah plastik  dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, dan Inggris diduga ditampung di TPA ini.

Baca Juga: Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Bekasi Ditarget Selesai Tahun ini

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dirilis dari keterangan yang diunggah melalui akun Twitter resminya @greenpeace.ID, Rabu (7/8) kemarin. Greenpeace menyebut banyak dari sampah ini terkontaminasi bahkan tidak bisa didaur ulang.

“Petinggi dari 10 negara ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) tahu bahwa hal ini adalah masalah yang sangat besar, tetapi mereka belum membahas kerja sama untuk membuat perubahan besar yang dibutuhkan,” tulis Greenpeace,

Greenpeace Indonesia menemukan sampah plastik dari negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Korea Selatan, Perancis, dan Swedia. Kebanyakan sampah impor yang ditemukan merupakan sampah produk sehari-hari.

“Familiar dengan sampah-sampah ini? Tidak? Yaiyalaaah ini kan sampah impor,” tulisnya kembali.

Daerah sekitar TPA Burangkeng, Bekasi, menjadi salah satu tempat menumpuknya sampah impor yang masuk ke Indonesia.

Sebagai informasi, TPA Burangkeng milik Pemerintah Kabupaten Bekasi ini telah melebihi kapasitas daya tampung sampah atau overload.

Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Supriyanto mengatakan saat ini tinggi tumpukan sampah yang idealnya 15 meter, kini telah mencapai 20 meter. Jika tidak diperluas, maka tinggi tumpukan sampah berpotensi terus bertambah dan membahayakan. (sgr)

Berita Terkait

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak
Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Pengangkatan Kepsek Definitif, Kadisdik Masih Berstatus ‘Sementara’
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:07 WIB

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 18:07 WIB

Pengangkatan Kepsek Definitif, Kadisdik Masih Berstatus ‘Sementara’

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB