Politisi PAN Beri Raport Merah Untuk Setahun Kinerja Rahmat Effendi

Kamis, 26 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD asal PAN ketika di acara diskusi Rukun Jurnalis Bekasi

Anggota DPRD asal PAN ketika di acara diskusi Rukun Jurnalis Bekasi

KanalBekasi.com – Kinerja setahun pemerintahan Walikota terpilih Rahmat Effendi – Tri Adhianto disikapi politisi asal Partai Amanat Nasional, Aminah. Menurutnya kinerja Rahmat Effendi dan wakilnya belum mampu mengembalikkan kondisi Kota Bekasi yang mengalami defisit anggaran.

“Sejak dilantik 20 September 2018 Walikota terpilih  belum ada  gebrakan yang signifikan saya kira,” kata Aminah, Kamis (26/9)

Baca Juga: Dewan PAN Soroti Anggaran TKK yang Capai 900 Miliar Pertahun

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aminah menambahkan beberapa sektor penyebab defisit sebenarnya bisa diantisipasi. Kartu Sehat misalnya sudah mengalami beberapa kali evaluasi dengan mengubah ke sistem rujukan. Ia menilai belum ada evaluasi secara terperinci tentang Kartu Sehat yang konon menjadi penyumbang terbesar defisit Kota Bekasi.

“Kartu sehat belum pernah ada evaluasi secara mendetail mengapa bisa mengalami defisit dan evaluasinya harus bagaimana,” terangnya

Diketahui krisis keuangan yang dialami Pemerintah Kota Bekasi pada 2018 menyisakan utang senilai Rp 300 miliar lebih untuk ditutup pada kuartal awal 2019. Seluruh pegawai, baik aparatur sipil negara maupun non ASN, didorong untuk langsung bekerja keras sejak Januari 2019 bergulir.

Wali Kota Rahmat Effendi mengklaim, kekurangan dana untuk pembiayaan program-program Pemkot Bekasi berhasil ditekan sepanjang Desember 2018. Semula perkiraan akan kurang Rp 470 miliar, tapi berkat upaya terus-menerus aparatur hingga penutupan tahun, angkanya bisa ditekan hingga hanya Rp 300 miliar lebih.

Saat itu Rahmat menginstruksikan memaksimalkan sektor yang perlu digenjot, semisal parkir, penataan ruang, pajak bumi dan bangunan (PBB) dan lainnya

Raport merah, sambung Aminah, pantas diberikan Rahmat effendi dan Tri ahianto. Karena lagi-lagi masalah defisit anggaran belum terjawab. Namun soal pembangunan Infrastruktur diakui sudah baik walaupun belum sampai masuk ke kampung-kampung

“Soal kinerja setahun point nya lima,” pungkasnya.(sgr/Adv)

Berita Terkait

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati
Warga Keluhkan Dugaan Pungutan Parkir di Samsat Bekasi Kota, Padahal Tertera “Gratis”
Tingkatkan Kepercayaan Diri RW, Kecamatan Jatiasih Gelar Pendampingan Pengelolaan Dana Lingkungan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 14:41 WIB

Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah

Kamis, 16 April 2026 - 22:19 WIB

Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Kamis, 16 April 2026 - 17:28 WIB

Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati

Berita Terbaru