Dosen IPB Pembuat Bom Molotov Rencanakan Kerusuhan

Selasa, 1 Oktober 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo

Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo

KanalBekasi.com – Polisi masih terus menginvestigasi kasus rencana kerusuhan di Aksi Mujahid 212 di Jakarta. Salah satunya yaitu melibatkan, Abdul Basith, dosen Institut Pertanian Bogor (IPB).

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, menjelaskan, Abdul Basith diduga menyiapkan bom molotov untuk melakukan aksi kerusuhan dalam kegiatan itu. Namun demikian, hingga saat ini polisi belum menetapkan Abdul Basith sebagai tersangka.

Baca Juga: Tim Densus Temukan Bom Pipa di Konter HP

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Proses penyelidikan untuk meningkatkan status dari lidik (penyelidikan) ke sidik (penyidikan) itu ada mekanismenya, dalam hal ini Polda Metro Jaya tetap mengutamakan asas praduga tak bersalah,” katanya, Selasa (1/10)

Penyidik pun memeriksa sejumlah saksi-saksi dan beberapa terduga pelaku yang ditangkap di Tangerang Kota dan Jakarta. “Ada beberapa orang yang dimintai keterangan. Kita belum bisa tentukan status (tersangka) dari lidik ke sidik,” jelas Jenderal Bintang Satu tersebut.

Brigjen Pol Dedi Prasetyo belum bisa menjelaskan secara lebih detail soal kasus yang menjerat Basith. Alasannya, penyidik Polda Metro Jaya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para saksi.

“Kemudian nanti akan disampaikan oleh Kapolda Metro secara komprehensif. Kita masih nunggu hasil pemeriksaaan penyidik Polda Metro,” jelasnya.

Saat disinggung terkait sejumlah pelaku yang akan membuat kerusuhan seperti peristiwa 1998, Karo Penmas melanjutkan, hal tersebut berdasarkan pemeriksaan sejumlah alat bukti yang ditemukan pada saat penangkapan. Seperti material pembuatan bom molotov.

“Nanti hasilnya secara komprehensif pengujian seluruh alat bukti, termasuk kasus terkait status hukum tersangka seseorang akan disampaikan,” tegasnya.

Perlu diketahui, tim Jatanras Polda Metro Jaya menangkap Basith di kediamannya di Tangerang, Sabtu (28/9/19). Basith diciduk bersamaan dengan penangkapan lima orang lain, yakni SG, YF, AU, OS dan SS, di Jalan Maulana Hasanudin, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, pada Sabtu dini hari kemarin.

Penangkapan tersebut diduga terkait rencana kerusuhan di tengah Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI di Jakarta pada hari yang sama, dari pagi sampai sore. Dalam penangkapan tersebut, tim Jatanras turut menyita 28 bahan peledak jenis bom molotov dari kediaman Basith. Berdasarkan keterangan, AB sendiri yang membuat bahan peledak dan menyimpan bom tersebut.(sgr)

Berita Terkait

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak
Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:07 WIB

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 14:41 WIB

Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB