Perahu Pembersih Sampah Sungai Kota Bekasi Seharga Rp 25 Ribu Uero

Rabu, 18 Desember 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wawali Tri Adhianto saat melihat alat pembersih sungai

Wawali Tri Adhianto saat melihat alat pembersih sungai

KanalBekasi.com – Pemkot Bekasi bersama Founder Waste4change, Mohammad Bijaksana Junerosano telah melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama kegiatan pengangkatan sampah di sungai Bekasi menggunakan See Hamster yaitu perahu pembersih sampah sungai buatan Jerman.

Alat ini dinilai mampu membersihkan sampah di sungai yang selama ini dilakukan secara manual. Kelebihan alat ini antar lain dapat memilah sampah organik dan non organik bahkan pemilahan akan dilakukan menjadi barang yang dapat di daur ulang dan residu

Baca Juga: Pemkot Datangkan Alat Canggih Pembersih Sampah Sungai dari Jerman

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mohammad Bijaksana mengatakan alasan Kota Bekasi dijadikan proyek percontohan adalah karena kota berpenduduk 2,7 juta jiwa menghasilkan 1.913 ton/hari. Dari jumlah tersebut sampah yang terbuang ke laut mencapai 775 ton/hari

“Alat ini bisa memisahkan sampah organik dan non organik sehingga proses daur ulang lebih cepat,” katanya, Rabu (18/12)

Mohammad memaparkan adanya alat ini melibatkan dua stakeholder yaitu Greencycle – Schwarz dan One Earth One Ocean (OEOO). Dalam hal ini tim dibantu Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi yang menyiapkan pasukan katak untuk mengangkut residu. Walau tidak murah alat ini digadang-gadang mampu membersihkan sampah dengan cepat.

“Harganya sekitar 25 ribu euro,” tambahnya

Bila dirupiahkan menggunakan kurs 1 euro = Rp 15.000 berarti alat ini berharga Rp 375 juta. Muhammad mengatakan pihaknya akan melakukan kerjasama pengelolaan sampah di sungai Bekasi selama tiga tahun kedepan. Harapannya dengan adanya alat ini dapat memaksimalkan kinerja pasukan katak membersihkan sampah di sungai-sungai Kota Bekasi.

“Kemampuan mengangkut sampah seperti yang dijelaskan hanya 1000 ton perhari sementara produksinya 1800 ton, semoga dengan alat ini lebih maksimal,”tukasnya.(sgr)

Berita Terkait

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak
Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Pengangkatan Kepsek Definitif, Kadisdik Masih Berstatus ‘Sementara’
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:07 WIB

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 18:07 WIB

Pengangkatan Kepsek Definitif, Kadisdik Masih Berstatus ‘Sementara’

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB