Sungai Tak Direvitalisasi 20 Tahun Berdampak Banjir Parah di Bekasi

Jumat, 17 Januari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir di Villa Jatirasa, Kota Bekasi

Banjir di Villa Jatirasa, Kota Bekasi

KanalBekasi.com – Provinsi Jawa Barat menargetkan semua permasalahan yang ada di bagian hulu sungai Citarum bisa selesai semuanya pada tahun 2020 ini, seperti pembuatan terowongan, retensi cieunteung dan rencana retensi juga di Andir serta membelokkan sungai Cisangkuy, yang nantinya tidak akan melewati lagi Dayeuhkolot.

Menurut Kepala Dinas Sumber Daya Air Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Linda Al Amin,untuk tahun 2021 mendatang masalah penanganan sungai Citarum akan difokuskan pada bagian hilir, seperti pembangunan bendungan Cideet yang berada di Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Revitalisasi Kalimalang Masuk dalam 30 Proyek Strategis Jabar

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahun depan 2021, kita akan lanjut ke Citarum Hilir, banjir di Karawang, di Cilamaya dan sebagainya, itu sudah mencuat program besarnya membangu bendungan Cideet yang lokasinya di Kabupaten Bogor, tapi nanti pemanfaatannya memang untuk banjir di Karawang dan Bekasi,” katanya

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Bambang Hidayah mengatakan, terjadinya banjir di Bekasi salah satunya karena tidak adanya revitalisasi kali Bekasi yang tidak pernah mengalami pengerukan dalam kurun waktu hingga 20 tahun.

“Yang ada sekarang hanya penanganan-penanganan spot-spot saja beberapa tempat saja, jadi secara sistem ini belum pernah dilakukan lagi,” ucap Bambang, Jum’at (17/20)

Menurut Bambang, berdasarkan hasil survei, revitalisasi itu mencakup pula Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi dari arah Bogor. Dan untuk Cileungsi sepanjang 6,1 KM sedangkan Cikeas sekitar 4,1 KM ditargetkan tahun depan.

“Kali Bekasi tak pernah mengalami revitalisasi dalam kurun waktu hingga 20 tahun, akibatnya warga yang tinggal salah satu kompleks permukiman di Jatiasih meminta untuk direlokasi,mereka jenuh karena selalu terdampak banjir,”ujarnya.(sgr)

Berita Terkait

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak
Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:07 WIB

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 14:41 WIB

Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB