DBD dan Gizi Buruk Tinggi, Pendemo Desak Walikota Copot Kadinkes

Jumat, 6 Maret 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masa pendemo menuntut Kadinkes Kota Bekasi dicopot

Masa pendemo menuntut Kadinkes Kota Bekasi dicopot

KanalBekasi.com – Masa kelompok pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Constitution of Liberation atau Konstitusi Pembebasan melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Tuntutannya meminta Walikota Bekasi Rahmat Effendi mencopot Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati karena dinilai tak mampu mengendalikan angka Demam Berdarah Dengue (DBD)

Rido selaku Koordinator Lapangan dalam orasinya menyampaikan bahwa aksi ini adalah hasil keresahan masyarakat atas kebijakan-kebijakan Pemkot Bekasi terkait penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD) , stunting dan gizi buruk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Kinerja Dinilai Gagal, Mahasiswa Tuntut Kadinkes Kota Bekasi Mundur

Ia juga menyampaikan perbandingan angka DBD dan gizi buruk pada tiap tahunnya, karena pada tahun 2019 dua kasus itu terus meningkat. Massa mempertanyakan bagaimana kinerja Pemkot dalam hal ini Dinas Kesehatan perihal penanganan DBD, stunting dan gizi buruk di Kota Bekasi.

“Angka-angka kasus DBD dan gizi buruk terus meningkat dari tahun ke tahun,lalu dimana kerja para aparatur daerah saat ini ,apakah mereka hanya diam saja,” tegas Rido dalam orasi pembuka.

Ia pun melanjutkan bahwa hadirnya mereka untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan memberi teguran pada Pemkot Bekasi agar dapat bekerja lebih baik lagi.

“Kawan-kawan, kita di sini untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan juga memberikan teguran kepada Pemkot Bekasi supaya mereka bekerja lebih keras lagi,” tandas Rido.

Unjuk rasa tersebut sempat diwarnai aksi teatrikal oleh massa aksi dengan membakar obat nyamuk dan mengoleskan lotion anti nyamuk sebagai bentuk kekecewaan terhadap banyaknya program yang dicanangkan oleh pemerintah Kota Bekasi namun minim realisasi.

Salah satu masa aksi, Adriyanto (20) menyebut anggaran yang dikeluarkan oleh Pemkot Bekasi melalui Dinas Kesehatan pada tahun 2019 untuk penanganan DBD dan gizi buruk sebesar Rp1,8 miliar seakan-akan terbuang percuma.

“Padahal anggaran untuk program pencegahan DBD dan gizi buruk sekitar 1.8 miliar, namun uang tersebut terbuang sia-sia, lantaran angka-angka DBD dan gizi buruk tetap tinggi,”kata pria yang akrab dipanggil Yanto.

Dalam tuntutannya, Kelompok Constitution of Liberation (CONTOL) meminta kepada Pemkot Bekasi untuk segera :

1.Memecat Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi

2.Melakukan upaya nyata dalam penanggulangan wabah DBD

3.Memberikan perhatian khusus kepada Balita penderita gizi buruk dan stunting.

Aksi baru selesai saat Sekretaris Daerah Reny Hendrawati menemui massa dan berjanji menyampaikan aspirasi yang disampaikan akan diteruskan kepada Pimpinan Daerah.(sgr)

Berita Terkait

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Pengangkatan Kepsek Definitif, Kadisdik Masih Berstatus ‘Sementara’
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
MBG Dihadirkan untuk Memastikan Anak-Anak Indonesia Tumbuh Sehat dan Produktif
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 18:07 WIB

Pengangkatan Kepsek Definitif, Kadisdik Masih Berstatus ‘Sementara’

Jumat, 17 April 2026 - 14:41 WIB

Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah

Kamis, 16 April 2026 - 22:19 WIB

Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Berita Terbaru