Kemenkes Gunakan Data KPU untuk Program Vaksin Covid-19

Selasa, 26 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil Rapid test (Ilustrasi)

Hasil Rapid test (Ilustrasi)

KanalBekasi.com – Pemerintah akan menggunakan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebagai basis data program vaksinasi covid-19. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengapresiasi langkah Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin memutuskan kebijakan tersebut.

“Pak Menkes saya memberikan hormat betul, karena beliau mengambil data mengenai penduduk yang usia 17 ke atas itu dari data KPU,” kata Tito dalam siaran persnya, Selasa (26/1)

Baca Juga: Cek, Orang dengan 17 Penderita Penyakit Ini Tak Boleh Divaksin Covid-19

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan data pemilu seperti Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebelumnya telah melalui proses verifikasi di lapangan. Data tersebut juga telah dilakukan pengecekan ulang.

“Awalnya data mentahnya dari Dukcapil Kemendagri, dan kemudian diverifikasi oleh KPU door to door, verifikasi faktual coklit, sehingga datanya valid,” imbuhnya

Terkait hal tersebut, Tito meminta agar pemerintah daerah (pemda) melakukan pendataan dan inventarisasi data penerima vaksin yang akan mendapatkan skala prioritas. Mengingat jumlah dosis vaksin yang masih terbatas.

“Menkes sudah membuat skala prioritas, daerah pun tidak ada salah membuat skala prioritas by name by address. Dukcapil ada data,” ujarnya.

Tito mengatakan, daerah dapat menggunakan data pilkada tahun 2020 lalu untuk basis data. Sementara bagi daerah yang tidak ada pilkada serentak dapat mengambil data KPU dari hasil pemilu 2019.

Mantan Kapolri ini berharap program vaksinasi Covid-19 dapat berjalan sukses, aman, dan lancar, serta tertib.

“Yang tidak ada Pilkada, bisa di-cross checking data dukcapil provinsi, kabupaten/kota data Pemilu 2019, karena mereka juga melakukan coklit manual. Dengan demikian bisa dibuat target by name by address, mirip seperti kita mengatur pilkada,” tukasnya.(sgr)

 

 

Berita Terkait

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati
Warga Keluhkan Dugaan Pungutan Parkir di Samsat Bekasi Kota, Padahal Tertera “Gratis”

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 09:57 WIB

Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan

Kamis, 16 April 2026 - 22:19 WIB

Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB