Walikota Bekasi Prihatin Terhadap Rumah Sakit Swasta yang Tolak Pasien Covid-19

Kamis, 24 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota Bekasi Rahmat Effendi

Walikota Bekasi Rahmat Effendi

KanalBekasi.com-Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengungkapkan kekecewaannya kepada rumah sakit (RS) swasta di Kota Bekasi yang masih menolak pasien terjangkit Covid-19. Padahal, untuk penanganan Covid-19 pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sudah mengalokasikan anggaran.

“Kalau masih ada  RS swasta menolak mah kebangetan itu. Padahal dalam masa pandemi ini, begitu dinyatakan Covid-19 dan dirawat akan dibayar oleh Kemenkes. Jadi lucu kalau sekarang masih nolak,” sesal Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, pada Kamis (24/9)

Baca juga: Walikota Akan Sanksi RS jika Tolak Pasien Diduga Corona

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait banyaknya laporan dari masyarakat yang mengeluhkan penolakan dari RS swasta, Rahmat Effendi yang akrab disapa Pepen mengatakan hal tersebut dikarenakan terjadi kesimpangsiuran di tengah-tengah masyarakat akan pemberitaan dan informasi yang diterima.

“Nah itu justru temen-teman harus dari berita yang baik dan benar. Bukannya bad news menjadi good news. Tapi cari fakta akurat di lapangan. Jangan sampai nanti simpang siur. Sekarang kan RS juga sudah berusaha,” ujar Pepen.

Saat ini Pemkot Bekasi sudah berupaya maksimal dalam menekan penyebaran kasus Covid-19 di Kota Bekasi. Ketersedian tempat sampai saat ini masih terus diupayakan, seperti merangkul pelaku hotel agar bersedia membantu pemerintah dalam penyedian ruang isolasi.

“Kalau kita lihat jumlahnya,  itu kan kita hampir 3000 nih kumulatif dan meninggal hampir 100. Artinya memang banyak kalau dikompilasi dengan kemampuan bed RS ya tidak cukup sebenarnya,” tandasnya.

Menurut dia, jika dikompilasi dengan kemampuan tempat tidur rumah sakit tidak akan terpenuhi dengan jumlah pasien Covid-19 yang ada di Kota Bekasi.

“Tidak cukup sebenarnya. Tapi kan ini berjalan, delapan hari selesai, negatif yang OTG ya,” pungkasnya.(den/ael)

Berita Terkait

Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati
Warga Keluhkan Dugaan Pungutan Parkir di Samsat Bekasi Kota, Padahal Tertera “Gratis”
Tingkatkan Kepercayaan Diri RW, Kecamatan Jatiasih Gelar Pendampingan Pengelolaan Dana Lingkungan
Belum Ada Dana, Pembangunan Rumah Dinas Wali Kota Tetap Direncanakan
Dukung Program Jumat Tanpa BBM, Ketua DPRD Kota Bekai Pilih Naik Transportasi Umum

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 14:41 WIB

Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah

Jumat, 17 April 2026 - 09:57 WIB

Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan

Kamis, 16 April 2026 - 17:28 WIB

Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati

Kamis, 16 April 2026 - 14:46 WIB

Warga Keluhkan Dugaan Pungutan Parkir di Samsat Bekasi Kota, Padahal Tertera “Gratis”

Kamis, 16 April 2026 - 12:10 WIB

Tingkatkan Kepercayaan Diri RW, Kecamatan Jatiasih Gelar Pendampingan Pengelolaan Dana Lingkungan

Berita Terbaru