Kisah Kerbau Bule Kraton Surakarta yang Dikeramatkan Menghentikan Wabah

Rabu, 11 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerbau bule yang disakralkan saat perayaan 1 syuro di Solo jawa Tengah

Kerbau bule yang disakralkan saat perayaan 1 syuro di Solo jawa Tengah

KanalBekasi.com  – Bagi masyarakat Jawa malam 1 Muharram atau 1 Syuro punya arti tersendiri. Malam itu sebagai momentum intropeksi diri, salah satunya dengan tirakat dan lek-lekan atau tidak tidur semalam suntuk untuk mengintropeksi setahun yang dilewati dan setahun kedepan.

Tak terkecuali di Solo, tepatnya Keraton Surakarta pada malam 1 Suro (Muharram) maka akan menjumpai “Si Bule” yaitu seekor kerbau  warna putih yang dianggap keramat dan dipelihara oleh Keraton Solo.

Cerita tersiar ketika kerbau bule bernama Nyai Manis Sepuh itu mati. Keraton Kasunan Surakarta meyakini bahwa kerbau bule tersebut keturunan Nyai Slamet. Menurut pihak keraton dan masyarakat sekitar ada cerita menarik di balik kekeramatan Nyai Manis Sepuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Budayawan Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Puger, mengatakan sejarah kerbau tersebut bermula sejak Kerajaan Demak. Saat itu, sedang terjadi wabah atau pandemi, mirip dengan keadaan sekarang. Petinggi kerajaan dengan para wali kemudian mencari solusi untuk menghentikan wabah. Akhirnya mereka sepakat untuk mengorbankan kerbau.

Menurut Puger cerita Ini diambil dari kisah perang Baratayudha ketika Yudhistira diperintahkan Bathara Guru mengorbankan kuda untuk bersih-bersih, sedangkan di Demak diputuskan kerbau. Mengorbankan kerbau disebut sebagai tradisi Mahesa Lawung dan masih dilakukan hingga saat ini. Sejak saat itu kerbau menjadi peliharan turun-temurun di keraton.

“Jadi turun-temurun sejak Demak sampai Surakarta. Selain itu, kerbau ini juga diberi oleh Bupati Ponorogo pada saat berdirinya Surakarta dan terus dipelihara sampai sekarang,” ujar dia,Rabu (11/8)

Kerbau berwarna putih ini selalu berada pada barisan terdepan saat kirab pusaka malam 1 Sura (Muharram). Puger mengatakan hal tersebut juga terkait dengan sejarah masa Demak.

“Karena kerbau saat itu telah dikorbankan sehingga wabah berakhir, maka setiap malam 1 Sura ikut dikirab bersama pusaka. Ini berarti doa agar selalu selamat,” ujarnya.

Masyarakat pun menganggap Kebo Kyai Slamet sebagai kerbau keramat. Bahkan sesaat setelah kerbau lewat dalam kirab malam 1 Sura, sebagian masyarakat menyimpan kotoran kerbau untuk dibawa pulang.

Terutama warga masyarakat yang hidup dari bercocok tanam, kotoran kerbau itu digunakan sebagai pupuk. Diyakini tanaman mereka dapat tumbuh subur. Perawatan kandang serta memantau kesehatan kerbau menjadi tugas utama para abdi dalem. Aktivitas tersebut dilakukan jelang kirab Pusaka Malam 1 Suro.

Kerbau bule keramat itu di beri makan sehari dua kali, yakni dengan ketela dan jagung. Setiap harinya warga juga ikut memberi makan sayuran. Kandang kerbau pun seakan jadi tempat wisata bagi warga sekitar.

Perlu diketahui Nyai Sepuh Manis, kerbau ini mati karena sakit radang lambung. Ada yang unik,kerbau ini dikuburkan dengan tradisi keraton, yakni dimandikan, dikafani, hingga didoakan bersama.

Saat  ini jumlah kerbau bule Keraton Solo menjadi 21 ekor setelah matinya kerbau tersebut..Dan mereka ditempatkan terpisah dalam tiga kandang di Alun-alun Kidul.

 

Berita Terkait

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak
Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Pengangkatan Kepsek Definitif, Kadisdik Masih Berstatus ‘Sementara’
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:07 WIB

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 18:07 WIB

Pengangkatan Kepsek Definitif, Kadisdik Masih Berstatus ‘Sementara’

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB