KanalBekasi.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai perlu ada pemekaran daerah khususnya di wilayah Jabar bagian selatan. Emil menganggap jumlah penduduk di Jabar sebanyak 48 Juta jiwa atau terbesar se-Indonesia tidak sebanding dengan jumlah daerah saat ini yaitu 27 Kota/ Kabupaten.
“Kita akan perjuangkan untuk pemekaran, prioritasnya di Jabar selatan,” kata Emil, sapaan akrabnya, di Bandung, Jumat (10/9).
Sebagai perbandingan, Emil mencontohkan Provinsi Jawa Timur dengan jumlah penduduk 39 Juta jiwa memiliki 38 Kota/ Kabupaten. Pun dengan Sumatera Utara memiliki 33 daerah dengan jumlah penduduk 14 Juta jiwa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Contoh Sumut jumlah penduduknya 14 Juta, daerahnya 33 maka jumlah uang yang munculnya kan jadi 33 kali, kita hanya 27 kali untuk jumlah penduduk yang sangat besar ini,” paparnya
Lebih lanjut, Emil mengatakan, pemekaran perlu dilakukan agar tidak terjadi kekosongan dalam pelayanan publik. Masyarakat di pelosok menurutnya kesulitan bila mengurus administrasi kependudukan harus menempuh jarak yang jauh untuk sampai ke ibu kota daerah.
“Ada yang sampai menempuh waktu 8 jam, kasian kan,” ujarnya.
Pemekaran berefek kesejahteraan
Dipilihnya Jabar selatan untuk pemekaran karena menurutnya selain memiliki daerah luas, potensi kepariwisataan pun sangat besar untuk dikembangkan. Daerah selatan pun alamnya sangat subur. Hal tersebut bisa berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Apabila pemekaran tersebut terealisasi maka tidak akan ada ketimpangan antara wilayah utara, tengah dan selatan.
Mengenai berapa daerah yang akan dimekarkan, Emil belum menyebut jumlahnya. Ia akan membahasnya terlebih dulu dengan DPRD Jabar.
“Berapa jumlahnya harus dibahas dulu dengan dewan,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, hingga saat ini tren pariwisata di Jabar cukup positif. Pada Agustus, rata-rata lama menginap tamu untuk jasa akomodasi tercatat selama 1,72 hari, lebih lama dibandingkan pada Juli yang tercatat 1,57 hari dan Agustus 2016 yang tercatat 1,49 hari.
Adapun kedatangan tamu mancanegara melalui Bandara Husein Sastranegara pada Agustus 2017 sebanyak 15.196 orang, mengalami peningkatan sebesar 31,27% dibandingkan dengan posisi selama Juli 2017 yang mencapai 11.576 orang.
Mayoritas wisman berasal dari Malaysia dan Singapura.
Dalam kurun waktu hingga 2019, pembangunan beberapa proyek infrastruktur strategis yang menyasar Jawa Barat (Jabar) bagian Selatan diperkirakan rampung.
Proyek itu antara lain proyek infrastruktur jalur darat berupa jalan tol ruas Soreang—Pasir Koja (Soroja) sepanjang 10,57 kilometer, tol Cisumdawu (Cileunyi—Sumedang—Dawuan), dan tol Cigatas (Cileunyi—Garut—Tasik).
Imbasnya, mobilitas di wilayah Selatan akan meningkat. Seiring dengan kemajuan tersebut, maka terbuka peluang peningkatan arus kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.(sgr)






































