KanalBekasi.com – Menteri Kesehatan Nila Moeloek meluncurkan prototipe Kit HBsAg untuk mendeteksi virus Hepatitis B dan kit anti HBsAg yang memiliki fungsi untuk mengetahui keberhasilan imunisasi vaksin Hepatitis B.
Kit ini diserahkan oleh Iriawati, Wakil Dekan Bidang sumber Daya, Sekolah Tinggi Ilmu Hayati, ITB kepada M. Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma, disaksikan oleh Nila Moelok, Menteri Kesehatan RI.
Menkes menambahkan, yang perlu diteliti adalah yang menjadi masalah epidemiologi di Indonesia, Konsorsium dan working group ini agar terus melakukan inovasi baru
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penduduk dunia mencapai 9 Miliar dan mobilisasi penduduk yang sangat tinggi, penularan penyakit menular menjadi tantangan, cakupan imunisasi sangat penting agar penularan penyakit tidak meluas,” katanya di Jakarta, Jum’at (14/9).
Sementara itu, Neni Nurainy, peneliti senior Bio Farma yang juga koordinator konsorsium hepatitis B menambahkan.
“Alat ini memiliki keunggulan dibandingkan kit diagnostik tipe screening yang ada di pasaran, yaitu mampu mendeteksi virus secara kuantitatif, sehingga hasil diagnosis yang didapat lebih akurat dalam menggambarkan kondisi pasien yang diperiksa dibandingkan dengan kit screening yang hanya memberikan hasil positif dan negatif,” tambah Neni
Tanggapann Kemenristek
Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI M. Natsir yang membuka acara ini mengatakan, Bio Farma sebagai industri bertugas untuk mengimplementasikan hasil dari riset–riset dasar yang dikerjakan oleh lembaga penelitian atau univeritas yang tergabung dalam konsorsium.
“Bio Farma sebagai industri, jika melakukan riset dasar, akan memerlukan waktu yang lama dan biaya yang cukup besar, dengan demikian riset dasar dapat dilakukan oleh universitas yang berada di bawah Kemenristek Dikti, sehingga tugas Bio Farma sebagai industri tinggal hilirisasi dari hasil penelitian dasar,” ujar Natsir.
Dengan Forum riset diharapkan para periset dapat menyesuaikan dengan standar industri, bahan baku yang non animal origin, dengan proses uji yang dapat divalidasi.
Vaksin halal menjadi perhatian dari para riset ini menjadi momentum yang sangat baik untuk melakulan percepatan.(sgr)






































