
KanalBekasi.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, mencatat sedikitnya, terdapat 8 titik rawan banjir.
Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekontruksi, BPBD Kota Bekasi, Edy Sukamto mengungkapkan sejumlah titik rawan banjir tersebut berada diwilayah Rawa Lumbu, Bantar Gebang, Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Jati Asih, Bekasi Barat, Medan Satria, dan Jati Sampurna.
Menurut Edy, penyebab terjadinya banjir karena drainase diwilayah tersebut tidak berfungsi dengan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hampir setiap musim hujan sudah pasti ada genangan. Penyebabnya karena drainase tidak berjalan,” ungkapnya, Rabu (31/10).
Selain itu, dibeberapa ruas jalan protokol kata Edy juga masih twrjadi genangan air misalnya, di Jalan Ahmad Yani, Jalan Siliwangi, Jalan Sudirman, dan Jalan Agus Salim, Jalan KH. Noer Ali.
“Jalan protokol yang paling parah itu Jalan Siliwangi, Rawa Lumbu ketinggian air sampai 40 cm,” paparnya.
Guna mengantipasi dampak banjir, BPBD Kota Bekasi, akan siaga 24 jam penuh untuk menghadapi musim hujan tersebut.
Bukan hanya itu, pihaknya lanjut Edy, juga tengah mempersiapkan 50 personel, sedangkan dari segi peralatan sendiri telah siapkan sejumlah perahu karet dan, tenda-tenda.
“Antisipasi dari segi SDM ada 40 personel dari PHL dan 10 personel BPBD untuk menghadapi musim ujan atau 50 Personel. Perahu kami hanya mempunyai 7 unit, perahu karet 3 dan perahu mesin 4,” katanya.
Dia mengimbau, agar masyarakat yang tinggal khususnya diwilayah rawan banjir berhati-hati, terlebih dalam musim penghujan saat ini.
“Jumlah itu masih kurang kalau terjadi banjir masif, tapi kita sudah meminta bantuan dari intansi dan dinas-dinas lain untuk bantuan. Masyarakatbdiimbau agar berhati-hati dan tidak panik ketika terjadi babnjir,” tandas Edy.(lay)






































