Choiruman: Kartu Sehat Salah Orientasi dan Tak Ada Benefit

Senin, 7 Januari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga tunjukkan KS-NIK

Warga tunjukkan KS-NIK

KanalBekasi.com – Fasilitas Jaminan kesehatan Daerah (Jamkesda) berupa Kartu Sehat (KS) oleh Pemkot Bekasi dinilai memiliki orientasi yang salah. Ketua Komisi I DPRD Choiruman J Putro mengatakan orientasi kesehatan harusnya promotif preventif (pencegahan).

Seperti diketahui fasilitas kesehatan Kartu Sehat sebelumnya memungkinkan seorang pasien untuk langsung datang ke Rumah Sakit apabila mempunyai keluhan kesehatan, namun saat ini telah diubah melalui sistem rujukan.

“Rumah sakit cuma punya dua orientasi yaitu pengobatan dan rehabilitasi” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut Ia mengatakan sistem yang bagus sebenarnya adalah Puskesmas, karena yang dilakukan adalah promotif preventif.

“Seseorang ketika datang didata, kemudian dari data tersebut Puskesmas melakukan sosialisasi kesehatan” tambahnya.

Sebelumnya Choiruman mengkritisi pemkot Bekasi yang tidak mengintegrasikan KS kedalam JKN-KIS. Ia menyatakan sebenernya melalui JKN-KIS negara sudah menanggung warganya melalui sistem asuransi. Sedangkan untuk fasilitas kesehatannya adalah tugas Pemerintah Daerah.

“Jadi tugas Pemda memperbaiki sistem kesehatannya baik peralatan, SDM dan Insfratrukturnya” terangnya.

Seperti diinformasikan sebelumnya, Choiruman menyebut tidak ada benefit Pemkot Bekasi mempertahan KS. Ia menambahkan Pemerintah melalui Instruksi Kemenkes, PP dan Inpres telah menetapkan BPJS sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Sementara itu total yang sudah ditanggung BPJS sudah hampir 1,8 juta jiwa melalui jalur Peserta Pekerja Upah (PPU). Pemkot Bekasi, tambahnya, tinggal menganggarkan 900 ribu orang melalui APBD.

“Jadi Pemkot Bekasi bisa miliki anggaran cukup untuk perbaikan fasilitas beberapa Puskesmas yang akan dijadikan Rumah Sakit tipe D seperti yang di programkan” Tandasnya.(sgr)

Berita Terkait

Tinggal Tunggu Waktu, 4.382 Calon Haji di Kota Bekasi Kemenhaj Pastikan Siap Berangkat
Kemenkes Resmi Atur Kandungan Gula, Garam, dan Lemak pada Minuman Kemasan
PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak
Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Anggota Komisi IV Soroti Pengangkatan Kepsek Definitif, Sedangkan Kadisdik Masih Plt
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 21:32 WIB

Tinggal Tunggu Waktu, 4.382 Calon Haji di Kota Bekasi Kemenhaj Pastikan Siap Berangkat

Minggu, 19 April 2026 - 13:34 WIB

Kemenkes Resmi Atur Kandungan Gula, Garam, dan Lemak pada Minuman Kemasan

Sabtu, 18 April 2026 - 22:07 WIB

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB