KIPP: Kegiatan Bazar DPD Perindo Terindikasi Money Politic

Kamis, 14 Februari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

KanalBekasi.com – Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kota Bekasi mempersoalkan kegiatan bazar murah yang dihelat DPD Partai Perindo Senin (11/2) kemarin. Bazar yang dilaksanakan di Ruko Permata Blok BR 1A tersebut diduga bermuatan unsur money politics (politik uang).

Ketua KIPP Kota Bekasi Rofiudin menilai, harga beras yang dijual pada bazar tersebut tidak wajar. Hanya dengan uang Rp 10 ribu masyarakat bisa membeli 2,5 kg beras.

Baca juga: Bareskrim Polri Terima Banyak Laporan Money Politik

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini kan ngga wajar. Apalagi dibilang kualitas berasnya jauh lebih bagus dari yang dijual di pasaran. Masa iya harganya segitu? Makanya itu patut dicurigai,” ujar Rofiudin, Kamis (14/2)

Di tempat berbeda, Komisioner Bawaslu Kota Bekasi Ali Mahyail menerangkan, kegiatan bazar sejatinya tidak dilarang. Akan tetapi ada ketentuan mengenai batas kewajaran harga barang sembako yang dijual.

“Aturan Bawaslu bahwa batas kewajaran itu di atas separuh harga. Kalau di bawah separuh harga menurut kami itu ngga wajar. Kami khawatir ini menjadi gerakan money politics yang dilegalkan” Tersng Ali

Kegiatan bazar, sambung Ali, kini mulai menjadi tren jelang pemilu. Ia mengigatkan agar para calon anggota legislatif (caleg) memperhatikan ketentuan batas kewajaran tersebut.

Lebih lanjut Ali menjelaskan beberapa caleg yang menggelar bazar masih dalam batas normal. Ia menambahkan soal bazar DPD Perindo masih dalam penyelidikan.

“Apakah itu masuk dalam kategori normal, beras 2,5 kg dijual dengan harga Rp 10 ribu. Tetapi menurut keterangan panitia, mereka beli beras 2,5 kg dengan harga Rp 15 ribu. Kalau memang belinya segitu dijual Rp 10 ribu ya ga jadi masalah” Pungkas Ali. (sgr)

Berita Terkait

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak
Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:07 WIB

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 14:41 WIB

Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB