Belanja Pegawai Tinggi Pemkot Bekasi Terancam Bangkrut

Senin, 9 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono saat memimpin apel Aparatur Sipil Negara (ASN) di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (27/5)

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono saat memimpin apel Aparatur Sipil Negara (ASN) di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (27/5)

KanalBekasi.com – Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra) merilis hasil penelitiannya beberapa waktu lalu. Fitra menyebutkan setidaknya 124 pemerintah daerah (Pemda) terancam bangkrut karena belanja dalam APBD-nya lebih dari 70% untuk gaji PNS (termasuk di berbagai tunjangan serta hororarium kegiatan).

Kondisi tersebut dipastikan mempengaruhi daerah bersangkutan hingga tidak tercapainya program pembangunan. Fitra berpendapat hal bangkrutnya sebuah daerah tidak lepas dari tingginya belanja pegawai dan pembangunan yang tidak direncanakan dengan baik. Lantas bagaimana dengan Kota Bekasi ?

Baca Juga: Anomali Pengangkatan GTK dan TKK

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota DPRD Kota Bekasi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Latu Har Hary menyebut hal tersebut bisa saja terjadi. Terkait kondisi Kota Bekasi terkini ia mengatakan ada sekitar 13.000 Tenaga Kerja Kontrak (TKK) saat ini di lingkungan Pemkot Bekasi.

Angka tersebut tersebar di Lembaga, Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) dan Kecamatan di Kota Bekasi. Latu mengatakan harusnya Pemkot melakukan evaluasi apakah jumlah tersebut realistis atau tidak. Karena jumlah tersebut sangat besar dan bila tidak diseimbangkan dengan produktifitas pastinya akan sangat membebani keuangan daerah.

“Di lapangan tentunya masyarakat dapat menilai jumlah tersebut realistis atau tidak,” katanya, Senin (9/9)

Latu menambahkkan, Ada beberapa SKPD yang beban kerjanya memang harus membutuhkan banyak tenaga, namun adapula yang tidak. Pemkot harusnya mengevaluasai apakah jumlah tersebut relevan atau tidak.

“Kita harus akui ada tenaga yang dibutuhkan, namun apakah semuanya dibutuhkan ini yang harus dievaluasi” imbuhnya

Jumlah TKK yang begitu besar, sambung Hari, harus mampu dijelaskan secara terang ke masyarakat. Penjelasan tersebut nantinya akan menepis anggapan di masyarakat bahwa perekrutan TKK yang begitu besar di Kota Bekasi karena adanya deal politik atau janji politik.

“Bila terkait persoalan defisit tentunya nanti akan ada evaluasi dari dewan apakah jumlah TKK sudah sesuai dengan kebutuhannya karena hal itu terkait dengan belanja pegawai,” pungkasnya.(sgr)

Berita Terkait

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati
Warga Keluhkan Dugaan Pungutan Parkir di Samsat Bekasi Kota, Padahal Tertera “Gratis”
Tingkatkan Kepercayaan Diri RW, Kecamatan Jatiasih Gelar Pendampingan Pengelolaan Dana Lingkungan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 14:41 WIB

Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah

Kamis, 16 April 2026 - 22:19 WIB

Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Kamis, 16 April 2026 - 17:28 WIB

Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati

Berita Terbaru