KanalBekasi.com – Pemerintah Kota Bekasi melepas 331 mahasiswa Universitas Islam ’45 (Unisma) yang akan melaksanakan Kuliah kerja Nyata (KKN) di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (27/8).
Rombongan mahasiswa tersebut nantinya disebar di empat kelurahan yakni, Kelurahan Kayuringin Jaya, Margajaya, Margahayu dan Bekasi Jaya.

Kepala Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi, Titi Masrifahati menjelaskan, kegiatan KKN tematik ini merupakan salah satu upaya Dismominfostandi mengajak masyarakat agar paham terhadap informasi melalui penggunaan internet. Informasi tersebut tentunya diperoleh dari situs resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Titi, KKN yang dilakukan rombongan Mahasiswa Unisma 45 mengangkat tema Smart City ini, merupakan KKN Tematik pertama yang diselenggarakan di Indonesia.
“KKN Tematik dengan tema Smart City ini disebut yang pertama, karena biasanya KKN oleh mahasiswa itu dilakukan di desa-desa, maka ini adalah KKN di Kota, sehinga permasalahannya bukan terkait geografis, tapi adalah konpleksitas permasalahan yang ada,” jelas Titi.
Selain itu, lanjut dia, pola interaksi sosialnya pun berbeda, antara masyarakat di desa dengan di kota. Pada KKN ini, para mahasiswa disebar di 28 RW, dalam 1 RW terdiri dari 15 mahasiswa. Di lokasi itu mereka akan membentuk people smart, dilakukan dengan mengajak masyarakat untuk menggunakan IT secara bijak, mengenalkan aplikasi-aplikasi Pemkot Bekasi.
“Jadi masyarakat dalam mencari informasi, diajak menggunakan website resmi, salah satunya Website Pemkot Bekasi. Begitu pula untuk sistim pengaduan dan pelaporan,” katanya.
Selain itu, para mahasiswa tersebut juga mendampingi Kader Kesehatan disejumlah wilayah.
“Para juru pemantau jentik atau Jumantik kan sudah menggunakan aplikasi, nah disini para mahasiswa itu mendampingi kader kesehatan yang sebelumnya sudah dilatih dan semua sudah mendownload aplikasinya di handphone masing-masing,” papar Titi.
Begitu pula RT dan RW dalam melakukan pelaporan nuga menggunakan aplikasi, dan mahasiswa juga mendampinginya.
Titi mengakui, pemkot Bekasi tidak memfasilitasi para mahasiswa yang KKN tersebut.
“Tapi kami memberikan bimbingan dan menyiapkan FGD (Forum Group Diskusi). Jadi nanti kita adakan FGD dengan mrngundang para SKPD terkait, tergantung permasalahan yang akan diangkat. Lalu kita fasilitasi dengan kepala wilayah seperti camat dan lurah,” tutupnya.(lay/adv)






































