Lakalantas di Jabar 93 Persen karena Human Error

Sabtu, 13 Oktober 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kecelakaan bus di Cikidang Sukabumi

Kecelakaan bus di Cikidang Sukabumi

KanalBekasi.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat memberi catatan terkait angka kecelakaan yang sering terjadi belakangan ini. Dishub menganalisa sekitar 93 persen kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dipicu oleh human error atau faktor pengemudi.

Sekertaris Dishub Jabar, Andreas Wijanto menjelaskan pihaknya sudah meminimalisir angka kecelakaan yang terjadi. Namun dengan bertambahnya jumlah kendaraan dan pengemudi (sopir) baru yang terjun ke jalan raya memicu kejadian lakalantas karena kurangnya pengetahuan berlalulintas.

“Kami catat 93 persen kecelakaan lalu lintas diakibatkan faktor manusia,” kata Andreas, Jumat (12/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan akan memperbaiki sistem Sumber Daya Manusia (SDM), Organisasi dan Manajemen Operasional . Pihak Dishub, tambah Andreas, akan melakukan langkah-langkah salah satunya dengan memberikan pendidikan dan pelatihan bagi para pengemudi.

“Peserta pelatihan ini diharapkan bisa membagikan pengetahuan dan pengalamannya kepada pengemudi lainnya,” ujarnya.

Para pengemudi peserta pelatihan ini akan dijadikan pelopor keselamatan berlalu lintas di jalan raya. Ia menuturkan sebagai pengemudi yang baik harus memastikan kelayakan kendaraan ketika berkendara di jalan raya sehingga tidak membahayakan nyawa diri sendiri maupun orang lain.

Andreas mencontohkan lakalantas yang disebabkan human error yakni di Cikidang. Oleh karena itu ke depan, harus mempu memberikan pelayanan yang terbaik bagi penumpang dengan memperhatikan kelaikan kendaraan.

“Beberapa kali kejadian kecelakaan lalu lintas diakibatkan kelalaian pihak manajemen transportasi. Maka itu harus diperbaiki guna keselamatan pengemudi dan penumpangnya,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Jawa Barat, Eri Martajaya mengatakan kegiatan rutin ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pengemudi angkutan umum mengenai peran dan fungsi Jasa Raharja serta terciptanya pengemudi yang menjadi teladan bagi pengemudi lainnya terkait keselamatan berlalu lintas sehingga dapat menekan angka kecelakaan Ialu lintas.

Menurutnya, jumlah lakalantas di Jabar masih tergolong tinggi, oleh karena itu pihaknya perlu memberikan edukasi dan pelatihan kepada sekitar 40 pengemudi terpilih dari berbagai wilayah di Jabar sehingga ke depannya mereka bisa dijadikan contoh dan teladan bagi pengendara lainnya.

“Yang paling penting kesiapan para pengemudi, karena di situlah beberapa nyawa sangat tergantung. Oleh karena itu, pelatihan dan edukasi ini dinilai penting bagi kesiapan para pengemudi,” pungkasnya.(sgr)

 

Berita Terkait

Kemenkes Resmi Atur Kandungan Gula, Garam, dan Lemak pada Minuman Kemasan
PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak
Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Anggota Komisi IV Soroti Pengangkatan Kepsek Definitif, Sedangkan Kadisdik Masih Plt
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:34 WIB

Kemenkes Resmi Atur Kandungan Gula, Garam, dan Lemak pada Minuman Kemasan

Sabtu, 18 April 2026 - 22:07 WIB

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB