KanalBekasi.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat memberi catatan terkait angka kecelakaan yang sering terjadi belakangan ini. Dishub menganalisa sekitar 93 persen kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dipicu oleh human error atau faktor pengemudi.
Sekertaris Dishub Jabar, Andreas Wijanto menjelaskan pihaknya sudah meminimalisir angka kecelakaan yang terjadi. Namun dengan bertambahnya jumlah kendaraan dan pengemudi (sopir) baru yang terjun ke jalan raya memicu kejadian lakalantas karena kurangnya pengetahuan berlalulintas.
“Kami catat 93 persen kecelakaan lalu lintas diakibatkan faktor manusia,” kata Andreas, Jumat (12/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan akan memperbaiki sistem Sumber Daya Manusia (SDM), Organisasi dan Manajemen Operasional . Pihak Dishub, tambah Andreas, akan melakukan langkah-langkah salah satunya dengan memberikan pendidikan dan pelatihan bagi para pengemudi.
“Peserta pelatihan ini diharapkan bisa membagikan pengetahuan dan pengalamannya kepada pengemudi lainnya,” ujarnya.
Para pengemudi peserta pelatihan ini akan dijadikan pelopor keselamatan berlalu lintas di jalan raya. Ia menuturkan sebagai pengemudi yang baik harus memastikan kelayakan kendaraan ketika berkendara di jalan raya sehingga tidak membahayakan nyawa diri sendiri maupun orang lain.
Andreas mencontohkan lakalantas yang disebabkan human error yakni di Cikidang. Oleh karena itu ke depan, harus mempu memberikan pelayanan yang terbaik bagi penumpang dengan memperhatikan kelaikan kendaraan.
“Beberapa kali kejadian kecelakaan lalu lintas diakibatkan kelalaian pihak manajemen transportasi. Maka itu harus diperbaiki guna keselamatan pengemudi dan penumpangnya,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Jawa Barat, Eri Martajaya mengatakan kegiatan rutin ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pengemudi angkutan umum mengenai peran dan fungsi Jasa Raharja serta terciptanya pengemudi yang menjadi teladan bagi pengemudi lainnya terkait keselamatan berlalu lintas sehingga dapat menekan angka kecelakaan Ialu lintas.
Menurutnya, jumlah lakalantas di Jabar masih tergolong tinggi, oleh karena itu pihaknya perlu memberikan edukasi dan pelatihan kepada sekitar 40 pengemudi terpilih dari berbagai wilayah di Jabar sehingga ke depannya mereka bisa dijadikan contoh dan teladan bagi pengendara lainnya.
“Yang paling penting kesiapan para pengemudi, karena di situlah beberapa nyawa sangat tergantung. Oleh karena itu, pelatihan dan edukasi ini dinilai penting bagi kesiapan para pengemudi,” pungkasnya.(sgr)






































