KanalBekasi.com – Wakapolres Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana menyoroti masih banyaknya hoaks yang beredar di masyarkat dan media sosial akhir-akhir ini. Bukan hanya untuk kepentingan politik saat ini berbagai macam hoaks diproduksi untuk banyak kepentingan.
“Kalau kita liat motif si penyebar hoaks ini beragam, ada yang memang karena dukungan politik tertentu, sekedar membuat citra, adu domba atau membuat sebuah institusi dan lembaga menjadi buruk kinerjanya” Kata Eka saat menjadi Pembicara Hari Pers Nasional bertema Bahaya Hoaks Bagi Pemilih Pemula di Auditorium SMA 1 Bekasi yang diselenggarakan Forum Jurnalis Bekasi.
Baca juga: Enam Penyebar Hoaks Penculikan Anak Ditangkap
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hoaks sambungnya, akan menjadi bahaya ketika orang-orang yang tanpa cek dan ricek langsung mempercayainya. Ia mencontohkannya ketika beberapa pekan lalu muncul hoaks yang menyatakan ada pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) gratis di Polresta Bekasi Kota. Saat itu banyak yang datang langsung ingin membuat SIM tanpa cek dan ricek terlebih dulu.
“Ini artinya informasi sekecil apapun tetap ada yang merespon dan mempercayainya” Papar Eka
Lebih lanjut Eka menambahkan metode hoaks sudah dipakai ketika jaman penjajahan Belanda. Saat itu Belanda mempunyai semboyan “Devide et Empera” yang artinya pecah belah dan jajahlah. Belanda memberikan informasi kebencian kepada kelompok pejuang tertentu dan mereka juga menginformasikan kelompok pejuang tertentu sudah menyerah sehingga kelompok yang lain menjadi lemah atau benci. Metode itu yang akhirnya berhasil kala itu.
“Bayangkan, sesama pejuang bisa perang saudara oleh adu domba Belanda saat itu” Terang Eka
Pola-pola adu domba seperti itu yang harus kita waspadai. Terlebih jelang tahun politik, dimana beberapa kelompok orang memiliki tingkat sensitifitas yang tinggi.
“Intinya waspadai berita apapun, Saring sebelum sharing” Pungkasnya.(sgr)






































