Wakapolres: Hoaks Saat Ini Mirip “Devide et Impera” Ala Penjajah Belanda

Kamis, 14 Februari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KPU Kota Bekasi sasar sekolah sosiaslisasikan  pemilu untuk gaet pemilih pemula

KPU Kota Bekasi sasar sekolah sosiaslisasikan pemilu untuk gaet pemilih pemula

KanalBekasi.com – Wakapolres Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana menyoroti masih banyaknya hoaks yang beredar di masyarkat dan media sosial akhir-akhir ini. Bukan hanya untuk kepentingan politik saat ini berbagai macam hoaks diproduksi untuk banyak kepentingan.

“Kalau kita liat motif si penyebar hoaks ini beragam, ada yang memang karena dukungan politik tertentu, sekedar membuat citra, adu domba atau membuat sebuah institusi dan lembaga menjadi buruk kinerjanya” Kata Eka saat menjadi Pembicara Hari Pers Nasional bertema  Bahaya Hoaks Bagi Pemilih Pemula di Auditorium SMA 1 Bekasi yang diselenggarakan Forum Jurnalis Bekasi.

Baca juga: Enam Penyebar Hoaks Penculikan Anak Ditangkap

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hoaks sambungnya, akan menjadi bahaya ketika orang-orang yang tanpa cek dan ricek langsung mempercayainya. Ia mencontohkannya ketika beberapa pekan lalu muncul hoaks yang menyatakan ada pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) gratis di Polresta Bekasi Kota. Saat itu banyak yang datang langsung ingin membuat SIM tanpa cek dan ricek terlebih dulu.

“Ini artinya informasi sekecil apapun tetap ada yang merespon dan mempercayainya” Papar Eka

Lebih lanjut Eka menambahkan metode hoaks sudah dipakai ketika jaman penjajahan Belanda. Saat itu Belanda mempunyai semboyan “Devide et Empera” yang artinya pecah belah dan jajahlah. Belanda memberikan informasi kebencian kepada kelompok pejuang tertentu dan mereka juga menginformasikan kelompok pejuang tertentu sudah menyerah sehingga kelompok yang lain menjadi lemah atau benci. Metode itu yang akhirnya berhasil kala itu.

“Bayangkan, sesama pejuang bisa perang saudara oleh adu domba Belanda saat itu” Terang Eka

Pola-pola adu domba seperti itu yang harus kita waspadai. Terlebih jelang tahun politik, dimana beberapa kelompok orang memiliki tingkat sensitifitas yang tinggi.

“Intinya waspadai berita apapun, Saring sebelum sharing” Pungkasnya.(sgr)

Berita Terkait

Kemenkes Resmi Atur Kandungan Gula, Garam, dan Lemak pada Minuman Kemasan
PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak
Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:34 WIB

Kemenkes Resmi Atur Kandungan Gula, Garam, dan Lemak pada Minuman Kemasan

Sabtu, 18 April 2026 - 22:07 WIB

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB