KanalBekasi.com – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebersihan Kecamatan Bekasi Timur, berupaya mengurangi volume sampah di wilayahnya dengan memaksimalkan rumah kompos.
Seperti keberadaan Rumah Kompos Mitra Bekasi Timur yang berada di Jalan Chairil Anwar Bekasi Timur, merupakan salah satu solusi dari penanganan sampah di Kota Bekasi yang dinilai efektif.
Kepala UPTD Kebersihan Bekasi Timur, Yahya, menegaskan permasalahan sampah memang tidak lepas dari lokasi dan ketersediaan tempat pembuangan akhir sampah yang ada di wilayah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ide awalnya sederhana, agar sampah yang ada bisa diolah dan bermanfaat dan bernilai guna,” kata Yahya, Senin (11/2).
Baca Juga: Komitmen Pemkot Kurangi Sampah Plastik Masih Sebatas Himbauan
Dengan mengefektifkan Rumah Kompos untuk menghasilkan sebuah produk yang mampu membantu menghasilkan barang tepat guna tanpa harus menghilangkan fungsi utamanya dalam menangani sampah.
“Rumah Kompos ini dihadirkan agar mampu menjadikan sampah yang ada bisa lebih bermanfaat,” imbuhnya.
Baca Juga: Pemprov Jabar Ajak Warga Ubah Sampah Jadi Emas
Berbekal dengan sejumlah mesin pencacah sampah, para petugas kebersihan yang ada di wilayah Bekasi Timur, membawa sampah baik berupa botol bekas maupun sampah daun untuk disetor ke Rumah Kompos.
Setelah dikumpulkan dan melalui proses pemilahan, sampah daun tersebut nantinya digiling menggunakan mesin khusus.
“Sampah yang dibawa oleh para petugas kebersihan nantinya dibawa kesini dan dipilah lalu digiling,” jelas Yahya bersemangat.
Baca Juga: Belum Sepekan, Tumpukan Sampah Bambu Kembali Cemari Sungai Cikeas
Setelah digiling, kemudian sampah olahan tersebut lalu di fermentasikan menggunakan campuran khusus selama dua minggu. Dari hasil fermentasi tersebut, nantinya sampah daun yang ada diayak menggunakan ayakan khusus.
“Setelah di fermentasikan selama dua minggu, sampahnya diayak kembali dan difermentasikan kembali selama 2 bulan untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” bebernya.
Dari proses tersebut, diakui Yahya, pihaknya mampu menghasilkan 1.605 kilogram pupuk biasa dan 740 kilogram pupuk super yang bisa dipakai untuk menyuburkan tanaman yang berada dipedestrian serta tanaman disejumlah instansi pemerintahan di Kota Bekasi.
“Alhamdulillah, pupuk yang dihasilkan bisa dipergunakan untuk menyuburkan tanaman yang ada dipedestrian maupun instansi pemerintahan di Kota Bekasi,” ungkapnya tersenyum.
Meskipun tidak dijual, namun warga yang ingin mendapatkan pupuk kompos dari Rumah Kompos Mitra Bekasi Timur, bisa mendapatkannya dengan mengajukan surat pengantar Rw yang ditujukan kepada pihaknya.
“Warga juga bisa mendapatkan pupuk kompos tersebut dengan mengajukan surat pengantar dari Rw setempat dan kami pun akan memberikan pupuk kompos sampai 150 kilogram banyaknya,” imbuh Yahya.
Terkait hal tersebut, Yahya berharap adanya sinergitas yang terbangun antara warga dan pihaknya untuk turut serta membantu membersihkan lingkungan dari sampah yang ada.
“Minimal mereka bisa membantu mengumpulkan sampahnya dan diserahkan kepada kami, sehingga permasalahan sampah bisa diselesaikan sedikit demi sedikit dan kehadiran Rumah Kompos ini bisa jauh bermanfaat,” pungkasnya.(gir)






































