KanalBekasi.com – Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi anggraeni mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya dalam memberikan santunan bagi keluarga anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia.
Dalam akun twitternya @titi_anggraini, meretweet postingan Humas Pemkot Surabaya yang saat itu sedang melakukan kunjungan takziah ke salah satu anggota KPPS Surabaya yang meninggal dunia

“Hari ini, takziyah ke-8 dari total 14 petugas KKPS yang meninggal. Bu Risma menemui istri dari almarhum Suhardiman yg tinggal di Simokerto. Dalam pertemuan ini, pemkot memberikan bantuan, berupa beasiswa untuk anak kedua, serta bantuan pekerjaan untuk istri & anak pertama almarhum,” tulis Humas Pemkot Surabaya @BanggaSurabaya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Besok, Bawaslu Berikan Santunan Bagi Korban Penyelenggara Pemilu
“Sekedar diketahui, alm Suhardiman sehari – hari bekerja sebagai ojol. Dia meninggalkan dua orang anak. Takziyah ke rumah petugas KPPS yang meninggal masih akan berlanjut. Ikuti terus,” tulis akun tersebut
Titi menretweet akun @BanggaSurabaya dengan mengapresiasi langkah pemkot Surabaya agar di ikuti pemerintah daerah lain.
“Semoga langkah yg sama jg diikuti oleh pemerintah daerah lain. Tidak akan pernah ada santunan/kompensasi yg bisa menggantikan kehilangan anggota keluarga. Namun negara harus hadir dlm wujud yg nyata. Mohon @KPU_ID utk bisa komunikasikan fasilitasi pemda untuk mereka,” tulisnya
Terpisah Komisioner Bawaslu Kota Bekasi Ali Mahyail mengatakan terdapat lima anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pada saat proses pemungutan suara 17 April 2019 kemarin. Bawaslu dan Pemprov Jawa Barat juga memberikan santunan bagi para keluarga duka.
“Untuk para korban selain dapat santunan dari Bawaslu sebesar Rp 36 Juta ditambah santunan dari Gubernur Jawa Barat Rp 50 Juta” kata Ali, Jum’at (3/5) lalu. (sgr)






































