Iskandar Minta Kaki Palsu Pakai KS-NIK

Kamis, 16 Mei 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iskandar (64) penyandang cacat yang  membutuhkan kaki palsu untuk bisa bekerja kembali sehingga diriinya bisa tetap bertahan hidup

Iskandar (64) penyandang cacat yang membutuhkan kaki palsu untuk bisa bekerja kembali sehingga diriinya bisa tetap bertahan hidup

KanalBekasi.com – Iskandar (64), warga Kampung Buaran, Harapan Mulya, Medan Satria, Kota Bekasi, mengaku belum mendapatkan bantuan sosial berupa kaki palsu menggunakan Kartu Sehat (KS) berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Padahal menurut pria paruh baya ini, petugas Pemantau dan Monitoring (Pamor) dari Kantor Kelurahan Harapan Mulya, telah melakukan pendataan dirinya.

“Saya punya Kartu Sehat (KS), dana sudah adapetugas yang datang menanyakan tentang bantuan kaki palsu yang saya ajukan. Tapi sampai saat ini belum terealisasi,” ungkap Iskandar, Kamis (16/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Kisah Pilu Iskandar Diusir Istri karena Berkaki Satu

Sepengetahun pria kelahiran Purworejo, Jawa Tengah ini, bagi warga Kota Bekasi yang memiliki KS berbasis NIK, akan mendapatkan sejumlah manfaat pelayaan diantaranya, kesehatan, pendidikan dan bantuan sosial.

Namun, sampai saat ini manfaat dari kartu sakti untuk menerima bantuan sosial dirasa belum terbukti. Padahal, kondisi dirinya yang membutuhkan kaki palsu pun telah diketahui oleh Dinas Sosial setempat.

“Dari sosialisasinya bahwa KS selama ini juga bisa untuk mendapat bantuan sosial,” imbuhnya.

Iskandar sangat membutuhkan bantuan kaki palsu agar bisa kembali bekerja untuk tetap bertahan hidup. Karena, selama ini, ia tinggal seorang diri disebuah kontrakan.

Untuk kebutuhan makan sehari-hari, ia mendapat bantuan hanya dari belas kasih saudara, teman atau para tetangganya.

“Gak mungkin saya harus tergantung terus dari belas kasih orang lain. Saya harus kerja untuk bisa menghidupi diri saya,” ucapnya.

Keinginan mantan pekerja bangunan ini yaitu hanya punya kaki palsu. Sebab, dirinya sadar jika membeli kaki palsu yang harganya mencapai jutaan rupiah, tidak sanggup.
Ia pun berharap ada orang maupun pihak pemerintah yang ingin membantunya memberi kaki palsu.

“Saya sangat berharap sekali bisa punya kaki palsu. Itu doa yang terus saya panjatkan. Karena, untuk beli kaki palsu sangat mahal dan itu tidak mungkin saya jangkau,” katanya.(sgr)

Berita Terkait

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Pengangkatan Kepsek Definitif, Kadisdik Masih Berstatus ‘Sementara’
Anggota Komisi IV Soroti Pengangkatan Kepsek Definitif, Sedangkan Kadisdik Masih Plt
Kasus Perundungan di SDN. Jatimekar III, Plt. Kadisdik Soroti Lemahnya Pengawasan
MBG Dihadirkan untuk Memastikan Anak-Anak Indonesia Tumbuh Sehat dan Produktif
Warga Keluhkan Dugaan Pungutan Parkir di Samsat Bekasi Kota, Padahal Tertera “Gratis”
El Nino Bikin Cuaca Kemarau Terasa Lebih Panas
Sinergi Kecamatan Jatiasih – Kejaksaan: Pastikan Tata Kelola Anggaran ‘RW Keren’ Akuntabel dan Transparan

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 18:07 WIB

Pengangkatan Kepsek Definitif, Kadisdik Masih Berstatus ‘Sementara’

Kamis, 16 April 2026 - 23:41 WIB

Kasus Perundungan di SDN. Jatimekar III, Plt. Kadisdik Soroti Lemahnya Pengawasan

Kamis, 16 April 2026 - 21:14 WIB

MBG Dihadirkan untuk Memastikan Anak-Anak Indonesia Tumbuh Sehat dan Produktif

Kamis, 16 April 2026 - 14:46 WIB

Warga Keluhkan Dugaan Pungutan Parkir di Samsat Bekasi Kota, Padahal Tertera “Gratis”

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB