KanalBekasi.com – Pihak kepolisian menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara akan melakukan patroli siber di grup Whatsapp. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, menegaskan rencana patrol siber yang dilakukan polisi di grup-grup Whatsapp untuk menanggulangi penyebaran berita bohong atau hoaks.
“Jadi bukan secara langsung memantau aktivitas masyarakat di grup-grup Whatsapp. Melainkan penyidik siber akan menelusuri penyebaran hoaks setelah melakukan uji laboratorium forensik,” kata Dedi, Rabu (19/7)
Baca Juga: Penyebar Hoaks “Server KPU Disetting” Bermotif Uang
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Cara kerja patroli siber, sambung Dedi, nantinya akan menelusuri penyebaran berita bohong atau hoaks setelah memperoleh barang bukti. Bila terindikasi menyebarkan berita bohong dan hoaks, polisi nantinya akan melakukan penyitaan terhadap barang bukti si pelaku.
“Setelah uji labfor. Nah dari situ ponsel tersangka akan dicek disebar ke grup Whatsapp mana saja dan siapa yang terlibat langsung menyebarkan,” imbuhnya
Jadi bukan grup Whatsapp di tiap handphone dipatroli,” ucap Dedi.
Sebelumnya Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, telah menangkap pelaku penyebar hoaks bernama berinial YM yang menyebarkan hoaks ke group media sosial WhatsApp. Tersangka YM menyebarkan screenshhot palsu percakapan Kapolri Tito Karnavian dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.
Tersangka juga mengunggah percakapan dua pejabat negara tersebut seolah-olah melakukan rekayasa atas pengakuan tersangka Iwan yang diperintah Kivlan Zen untuk membunuh beberapa tokoh nasional dan petinggi lembaga survei.(sgr)






































