KanalBekasi.com – Jawa Barat merupakan Provinsi dengan pengguna narkotika terbanyak di Indonesia. Kementerian Sosial RI (Kemensos) mengatakan Jabar menduduki peringkat pertama prevelensi penggunaan narkoba sebanyak 646 ribu.
Kepala BNN Jabar Brigjen Pol Sufyan Syarif mengatakan pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang di Jabar saat ini sebagian besar adalah usia produktif antara 15 hingga 60 tahun. Hal itu diungkapkan
“Terbanyak usia produktif anatara 15 sampai 60 tahun, sementara usia produktif (millenial) paling banyak yaitu antara usia 15 sampai 25 itu paling banyak” kata Sufyan, Rabu (17/7)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: 38 Kabupaten dan Kota Tidak Tanggap Narkoba
Sufyan juga menjelaskan di seluruh Indonesia kurang lebih 3 juta pengguna, dengan 1800 orang sudah direhab. Untuk rehabilitasi bagi pengguna ada 2 prosedur dengan datang lengsung ke tempat rehabilitasi atau lewat prosedur dikepolisian bila sedang diproses hukum di kepolisian
“Dan kami tegaskan semua prosedur rehabilitasi gratis,” imbuhnya
Lebih lanjut, Sufyan menegaskan usia produktif mudah terpapar karena jiwanya masih labil dan mudah terpengaruh. Ditambah pengaruh lingkungan yang kuat serta kurangnya perhatian orang tua
“Usia 15 sampai 25 yang masih mencari jati diri masih mencari kedewasaan biasanya itu mudah terpengaruh oleh narkoba” paparnya.
Sufyan menambahkan di dunia kini terdapat kurang lebih terdapat 800 jenis narkotika baru. Sementara itu Indonesia baru terdaftar narkotika baru itu 74
“Para sindikat itu akan bergerak terus dengan memasukkan jenis-jenis baru termasuk pembuatannya, disinyalir Indonesia memiliki tekhknologi kimia dan teknologi lain-lainnya para sindikat itu memilikinya” ujarnya. (sgr)






































