Bahayanya Kandungan Vape, ISPA Hingga Pencetus Kanker

Kamis, 16 Januari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Vape diyakini lebih berbahaya dari rokok biasa

Vape diyakini lebih berbahaya dari rokok biasa

KanalBekasi.com – Alih-alih sebagai alternatif merokok yang aman, rokok elektrik sama bahayanya dengan rokok konvensional. Hal ini dikarenakan rokok elektrik juga mengandung bahan berbahaya yang dapat memicu timbulnya penyakit berbahaya bagi tubuh.

Diulas jurnal kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Kamis (16/20) rokok elektronik merupakan salah satu jenis Hasil Produksi Tembakau Lain (HPTL) dengan atau tanpa nikotin serta punya penambah rasa. Cara pakainya dengan menghisap uap pemanasan.

Baca Juga: Kandungan Vape Lebih Berbahaya dari Rokok Biasa

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahan yang terkandung adalah zat karsinogenik penyebab kanker. Komposisi zat tersebut antara lain Tobbaco Specific Nirosamines (TSNA), Diethylene Glycol (DEG), Otoluidine, formaldehyde, & acroleine.

Paparan Propilen Glikol yaitu mengiritasi paru-paru dan mata, gangguan saluran pernafasan seperti asma, sesak nafas dan obstruksi paru

Rokok elektronik juga mengandung nikotin. Nikotin berdampak pada adiksi (candu), depresi, kepala pusing, tubuh gemetar, kerusakan paru-paru permanen, penyempitan pembuluh darah & kematian. 

Kandungan bahan lainnya yaitu bersifat toxic, iritatif yang merangsang timbulnya peradangan. Risiko yang muncul yakni penyakit ISPA, asma, PPOK. Data-data publikasi internasional menunjukkan bahwa risiko-risiko ini juga muncul pada pengguna rokok elektronik. 

Dampak rokok elektrik bisa mengakibatkan Popcorn Lung. Popcorn Lung yaitu kondisi saluran udara di paru mengecil sehingga menyebabkan batuk dan napas pendek.

Popcorn Lungs (Bronchiolitis Obliterans) disebabkan oleh senyawa diasetil yang bisa ditemui pada perasa rokok elektrik. Menjadi berbahaya, karena dipanaskan dan dihirup dalam jangka waktu yang lama.

Gejala Popcorn Lung ditandai dengan munculnya batuk kering serta nafas pendek. Biasanya muncul 2 minggu hingga 2 bulan setelah terpapar uap/asap yang mengandung toksik.(sgr)

Berita Terkait

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak
Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:07 WIB

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 14:41 WIB

Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB