KanalBekasi.com – Komunitas Batik Bekasi (Kombas) menyerahkan bantuan kepada salah satu sekolah terdampak banjir pada 1 – 3 Januari 2020 kemarin.
Sekolah yang disambangi adalah SD Margahayu XIII, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Ketua Kombas, Barito Hakim Putra mengatakan bantuan yang diberikan sebagai wujud empati dan kepedulian kepada korban banjir kemarin, terutama anak-anak sekolah yang kehilangan buku dan alat tulis
Baca Juga: Viral Penampakan Banjir Parah di Kota Bekasi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini sebagai wujud kepedulian Kombas, hari ini kami berikan bantuan berupa perlengkapan sekolah yakni alat tulis dan buku mengingat sekolah ini yang terdampak cukup parah,” kata Barito, Senin (6/20)
Barito menambahkan bantuan yang diberikan Kombas tidak hanya sebatas sekolah, saat banjir hari pertama komunitas juga turut membantu di lokasi yang terkena dampak banjir parah yaitu wilayah Kartini dan Harapan Mulya. Tidak hanya tenaga, bantuan makanan di lokasi tersebut juga didistribusikan mengingat warga banyak yang membutuhkan.
“Kadang kondisi bencana hanya barang-barang penting yang diselamatkan sedangkan peralatan masak mereka tidak terselamatkan,” terangnya
Ia mengingatkan dan mengajak para donatur untuk berperan aktif membantu sesama, mengingat korban banjir memiliki kebutuhan yang berbeda. Bantuan saat sedang recovery seperti sekarang ini menurutnya sangat penting
“Ngga bisa kita mengharapkan peran pemerintah saja, perlu kepedulian masyarakat terlebih cakupan banjir yang luas dan korban yang tidak sedikit,” jelasnya
Sementara itu Kepala Sekolah SD Margahayu XIII, Nasan mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Kombas mengingat bantuan yang diberikan saat ini memang sangat dibutuhkan.
“Hari ini kami sudah diinstruksikan kepada para orang tua murid, apabila ada anak-anak yang baju seragamnya tidak dapat diselamatkan karena banjir boleh menggunakan baju bebas sambil menunggu bantuan lainnya kalau memang ada,” tukasnya
Nasan berujar saat ini ada 115 orang tua murid yang terdampak banjir parah.Banyak diantara mereka yang kehilangan buku, alat tulis dan seragam.
“Seragam sekolah banyak yang hilang, jadinya kita perbolehkan menggunakan pakaian bebas, termasuk kebutuhan akan alat tulis, kebetulan Kombas kasih bantuan, sangat kita apresiasi,” tutupnya.(sgr)





































