Polisi Bongkar Trik Licik Peredaran Tramadol di Bekasi Timur–Rawalumbu

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

narkoba yang diamankan polisi saat penggerebekan di Basement 2 Apartemen Grand Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat, dan sebuah rumah di kawasan Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat

narkoba yang diamankan polisi saat penggerebekan di Basement 2 Apartemen Grand Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat, dan sebuah rumah di kawasan Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat

KanalBekasi.com – Peredaran obat keras ilegal di Kota Bekasi kian mengkhawatirkan. Aparat kepolisian menyoroti dua wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi, yakni Kecamatan Bekasi Timur dan Rawalumbu, yang kini masuk dalam peta pengawasan intensif.

Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi Kota mengungkap adanya perubahan pola yang dilakukan para pelaku. Jika sebelumnya transaksi kerap disamarkan melalui toko atau kedok usaha, kini peredaran justru berlangsung lebih terang-terangan di ruang publik.

Kasat Resnarkoba Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Untung Riswaji, menyebut metode baru ini mengandalkan transaksi langsung antar individu atau cash on delivery (COD). Pola tersebut dinilai lebih sulit dideteksi karena menyerupai aktivitas biasa masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perubahannya cukup signifikan. Transaksi sekarang dilakukan secara langsung, dari tangan ke tangan, dan cenderung lebih terbuka,” ujar Untung, Selasa (21/4/2026).

Dari hasil pemantauan di lapangan, petugas menemukan ciri khas dalam praktik tersebut. Pelaku biasanya menunggu di satu titik, kemudian didatangi pembeli secara bergantian. Dalam sejumlah kasus, aktivitas ini bahkan melibatkan kalangan remaja.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menyeret anak di bawah umur ke dalam jaringan peredaran obat terlarang. Meski begitu, polisi mengklaim telah mengantongi pola-pola transaksi yang digunakan, sehingga pengawasan kini lebih terarah.

Pengintaian terus diperkuat di sejumlah lokasi yang telah dipetakan sebagai titik rawan. Aparat memastikan akan bertindak cepat apabila menemukan indikasi transaksi mencurigakan di lapangan, termasuk melakukan penangkapan langsung.

Di sisi lain, aparat masih menelusuri sumber utama pasokan obat keras seperti Tramadol dan Zolam yang beredar di wilayah tersebut. Dugaan adanya jalur distribusi dari satu kawasan tertentu masih didalami dan belum bisa diungkap ke publik.

Polisi pun menegaskan komitmennya untuk menekan peredaran obat-obatan ilegal hingga titik nol di Kota Bekasi. Peran aktif masyarakat dalam melaporkan aktivitas mencurigakan juga dinilai krusial untuk memutus mata rantai peredaran yang semakin dinamis ini. (Rob)

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Serap Aspirasi Buruh Lewat Dialog Ketenagakerjaan
Nekat Langgar Tata Ruang, 72 Bangunan di Bekasi Timur Diratakan
Pajak Mobil Listrik di Jawa Barat Kini Bisa Tembus Jutaan
Dapur SPPG Unisma Bekasi Mulai Beroperasi, Pemerintah Perketat Standar Layanan Gizi
Pemprov Jawa Barat Tetap Tarik Pajak Kendaraan Listrik untuk Dukung Pembangunan
Dishub Tertibkan Parkir Liar di Stasiun Bekasi
Wali Kota Bekasi Tegur Keras Tiga Camat
Wali Kota Bekasi Merespon Cepat Jabatan “Sementara” Kadisdik

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 19:05 WIB

Polda Metro Jaya Serap Aspirasi Buruh Lewat Dialog Ketenagakerjaan

Rabu, 22 April 2026 - 14:57 WIB

Nekat Langgar Tata Ruang, 72 Bangunan di Bekasi Timur Diratakan

Rabu, 22 April 2026 - 11:21 WIB

Pajak Mobil Listrik di Jawa Barat Kini Bisa Tembus Jutaan

Selasa, 21 April 2026 - 22:42 WIB

Polisi Bongkar Trik Licik Peredaran Tramadol di Bekasi Timur–Rawalumbu

Selasa, 21 April 2026 - 13:14 WIB

Pemprov Jawa Barat Tetap Tarik Pajak Kendaraan Listrik untuk Dukung Pembangunan

Berita Terbaru

ilustrasi

HEADLINE

Pajak Mobil Listrik di Jawa Barat Kini Bisa Tembus Jutaan

Rabu, 22 Apr 2026 - 11:21 WIB