KanalBekasi.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendigitalisasi bursa kerja mulai membuahkan hasil signifikan. Hanya dalam waktu enam bulan sejak diluncurkan, aplikasi Nyari Gawe bertransformasi menjadi tumpuan utama bagi ratusan ribu masyarakat dalam memburu peluang karier di tengah kompetisi pasar kerja yang kian ketat.
Berdasarkan data terbaru per 10 April 2026, tercatat sebanyak 374.567 pencari kerja telah terdaftar secara resmi di platform besutan Pemprov Jabar tersebut. Tingginya antusiasme ini tercermin dari total aktivitas pelamaran yang menembus angka 518.213 lamaran, menunjukkan bahwa satu pengguna rata-rata melamar di lebih dari satu posisi strategis.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, mengungkapkan bahwa jangkauan aplikasi ini tidak hanya terbatas pada warga lokal, tetapi juga menarik minat tenaga kerja dari luar provinsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Para pencari kerja didominasi dari wilayah industri dan pusat kota seperti Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, hingga Kota Bandung. Namun, kami juga melihat tren positif di mana pencari kerja dari luar Jawa Barat mulai melirik peluang yang tersedia di sini,” ujarnya Senin ((20/4).
Realisasi Penyerapan Tenaga Kerja
Hingga saat ini, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta terus diperkuat. Tercatat sebanyak 71 perusahaan telah bergabung untuk membuka pintu kesempatan bagi para pelamar. Kim Agung merinci bahwa proses rekrutmen terus berjalan secara dinamis dan transparan melalui sistem aplikasi.
“Kami memantau pergerakan data secara real-time. Saat ini, sebanyak 1.198 pelamar tengah dalam tahap peninjauan berkas oleh perusahaan, 2.016 pelamar telah masuk ke tahap wawancara, dan sebanyak 493 pelamar dinyatakan resmi diterima bekerja,” paparnya secara detail.
Keberagaman sektor pekerjaan menjadi daya tarik utama Nyari Gawe. Tersedia 337 kategori lowongan kerja yang mencakup berbagai keahlian, mulai dari sektor jasa boga seperti Chef, tenaga manajerial seperti Staf Akunting, hingga tenaga profesional medis seperti Dokter Umum.
Komitmen Layanan dan Respons Aduan
Guna menjamin kenyamanan pengguna, Pemda Provinsi Jawa Barat melalui Disnakertrans memastikan layanan bantuan teknis tetap sigap merespons setiap kendala di lapangan. Kim Agung menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap hambatan teknis yang dialami masyarakat saat mengakses platform.
“Kami berkomitmen memberikan pendampingan penuh. Aduan masyarakat, mulai dari kendala log in, input data, masalah kode OTP, hingga verifikasi lowongan pekerjaan, langsung kami tangani. Hingga kini, total 51 aduan teknis telah berhasil diselesaikan sepenuhnya,” pungkasnya. (red).






































