KanalBekasi.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah korban meninggal dunia per tanggal 4 Januari 2020, pukul 18.00 WIB, sejumlah 60 orang meninggal dan dua orang hilang.
Korban bertambah dari korban meninggal di Kabupdaten Lebak. Sedangkan Pengungsi di beberapa wilayah mengalami penurunan dari 173.064 jiwa menjadi 92.261. Dilaporkan pengungsi ada yang sudah kembali ke rumahnya masing-masing.
Baca Juga: Normalisasi Ciliwung dan Bendungan Ciawi Jadi Solusi Banjir Jabodetabek
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun kematian disebabkan terseret arus banjir, tertimbun tanah longsor, tersengat listrik dan hipotermia. Sementara itu jumlah pengungsi bertambah menjadi 173.064orang atau 39.627 KK. Hujan yang mengguyur sejak Selasa (31/19) hingga Rabu (1/20) itu telah mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Jabodetabek.

Banjir tak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga jalan-jalan protokol Jakarta. Sejumlah transportasi umum mulai dari transjakarta, KRL, hingga penerbangan di bandara Halim Perdanakusuma juga terpaksa dibatalkan akibat rendaman banjir. Banjir juga menyebabkan pemadaman listrik oleh PLN. PLN Distribusi Jakarta Raya memadamkan listrik di 724 wilayah Jakarta yang mengalami banjir.(sgr)





































