KPK Bidik Penerima Dana Bansos Tak Tepat Sasaran

Jumat, 7 Februari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

KanalBekasi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan kesiapannya untuk mendampingi Kementerian Sosial dalam perbaikan sistem guna mencegah korupsi. Salah satu perbaikan yang perlu dilakukan.

Melalui siaran persnya, Wakil ketua Alexander Marwata yakni membenahi sumber data penduduk miskin di Indonesia. Menurutnya, hingga sampai saat ini masih banyak dana bantuan sosial yang tidak tepat sasaran.

Baca Juga: Mengenal Sistem Laporan Penyaluran Dana Bansos Milik Kemensos

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyak masyarakat yang mengantre bantuan sosial tapi rasanya tidak pantas dapat bantuan. Mereka datang pakai motor, bawa HP. Belum ada data pasti keluarga yang benar-benar miskin,” ujar Alex, Jum’at (7/20)

Menurutnya, pembagian dana bantuan sosial yang tidak tepat sasaran merupakan salah satu kebocoran keuangan negara.

“Tugas teman-teman Kementerian Sosial sangat mulia, karena akan mensejahterakan rakyat kecil. Dan dosa yang paling besar adalah ketika kita merampas hak rakyat kecil.”

Senada dengan hal tersebut, Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan akan mendampingi Kemensos dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik. “Kami datang dalam rangka memastikan program itu berjalan dan tidak terjadi korupsi. Kalau terjadi, maka orang itu harus bertanggung jawab,” ujar Firli.

Firli melanjutkan, Presiden Joko Widodo telah menugaskan KPK untuk memperbaiki celah korupsi yang terdapat di setiap lembaga negara dengan mendorong perbaikan sistem. Melalui Kedeputian bidang Pencegahan, KPK selalu memberi perhatian khusus terhadap setiap program Kementerian Sosial yang mengelola dana bantuan sosial sebesar Rp58 triliun. Ia mengimbau agar Kemensos terus melakukan pembenahan sistem.

Komitmen ini disampaikan dalam menjawab permintaan Menteri Sosial Juliari P. Batubara untuk mendampingi pihaknya dalam pengawasan atas pengelolaan anggaran Kemensos sebesar Rp60 triliun.

“Kalau sistemnya memberikan peluang, maka akan selalu ada celah untuk melakukan korupsi.” Pungkasnya.(sgr)

Berita Terkait

Dari Parung untuk Dunia: Aksi Nyata Hari Bumi 2026 yang Bangkitkan Harapan
Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Knalpot Brong
Polda Metro Jaya Serap Aspirasi Buruh Lewat Dialog Ketenagakerjaan
Nekat Langgar Tata Ruang, 72 Bangunan di Bekasi Timur Diratakan
Pajak Mobil Listrik di Jawa Barat Kini Bisa Tembus Jutaan
Polisi Bongkar Trik Licik Peredaran Tramadol di Bekasi Timur–Rawalumbu
Dapur SPPG Unisma Bekasi Mulai Beroperasi, Pemerintah Perketat Standar Layanan Gizi
Pemprov Jawa Barat Tetap Tarik Pajak Kendaraan Listrik untuk Dukung Pembangunan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 12:45 WIB

Dari Parung untuk Dunia: Aksi Nyata Hari Bumi 2026 yang Bangkitkan Harapan

Kamis, 23 April 2026 - 08:18 WIB

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Knalpot Brong

Rabu, 22 April 2026 - 19:05 WIB

Polda Metro Jaya Serap Aspirasi Buruh Lewat Dialog Ketenagakerjaan

Rabu, 22 April 2026 - 11:21 WIB

Pajak Mobil Listrik di Jawa Barat Kini Bisa Tembus Jutaan

Selasa, 21 April 2026 - 22:42 WIB

Polisi Bongkar Trik Licik Peredaran Tramadol di Bekasi Timur–Rawalumbu

Berita Terbaru

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani

HEADLINE

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Knalpot Brong

Kamis, 23 Apr 2026 - 08:18 WIB

BERITA UTAMA

Kota Bekasi Darurat Peredaran Obat Keras

Kamis, 23 Apr 2026 - 00:13 WIB

Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi

BERITA UTAMA

Pencairan Dana Rp 100 Juta/RW Tunggu Audit BPK

Rabu, 22 Apr 2026 - 21:09 WIB