kanalbekasi.com – Dimasa pandemi Covid-19 para anggota legislatif melakukan rapat dengan menggunakan video conference. Hal tersebut merupakan protokol kesehatan yang harus dipatuhi.
Namun demikian, kendala dalam melaksanakan rapat via daring tersebut kerap terjadi kendala dalam pelaksanaannya. Anggota DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Ustuchri mengeluhkan rapat paripurna yang kerap terkendala dalam prosesnya.
Baca Juga: 4 Kepala Daerah Bodebek Sepakat Ajukan Perpanjangan PSBB
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setiap Musrenbang atau rapat komisi daring selalu lancar, video conference Sidang Paripurna kali ini penuh hambatan,” ujar dia Kamis (7/5).
Dia pun meminta, agar dapat menjadi evaluasi bagi Pimpinan Dewan, Ketua serta Sekretaris Dewan, dikarenakan DPRD menjadi pembicara dalam video conference itu.
Ustuchri tidak mengetahui kendalanya apa yang menjadi hambatan. Namun ia berharap kekurangan tersebut dapat diatasi. Ia berharap teknologi dan sinyal di perbaiki lagi kedepannya agar video conference di Gedung DPRD Kota Bekasi bisa berjalan dengan baik.
Ustuchri mengaku, hal itu bisa menghambat kerja DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan, budgeting dan legislasi. Dinas Komunikasi dan Informasi, Statistik dan Persandian sudah menyiapkan dengan berbagai aplikasi dan perlengkatan dalam pelaksanaan video conference, namun dalam pelaksanaan terdapat kendala di jaringan.
“Sebelumnya sudah ada gladi bersih. Tetapi ditengah berjalan pelaksanaan sidang paripurna, terjadi kendala sering terjadi hilangnya suara serta sulitnya masuk ke webinar ”Zoom”, disinyalir karena lemahnya jaringan signal pada Gedung DPRD,” tukasnya
Sebagaimana diketahui sidang paripurna tetap berjalan dengan kuorum dari kehadiran fisik 26 anggota, dan secara online 4 anggota, sementara beberapa anggota menyampaikan keluhan tidak bisa masuk online via Zoom.(adv/sgr)





































