KanalBekasi.com – Ditengah menahan laju penyebaran Covid-19 pemerintah terus berupaya memproduksi vaksin Corona. Rencananya pada Februari 2021 vaksin tersebut telah memasuki uji klinis keempat dan telah siap diproduksi.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito optimis uji klinis ketiga vaksin Covid-19 akan selesai pada Januari 2021. Nantinya, BPOM memberikan analisis izin edar supaya vaksin bisa diproduksi massal.
Baca Juga: Bio Farma, Litbangkes dan Eijkman Terus Teliti Vaksin Corona
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Uji klinis ketiga ini sudah melalui fase satu dan dua, cukup memberikan (bukti) vaksin ini aman dan berkhasiat. Sehingga (dapat diuji) untuk masuk ke fase ketiga dengan jumlah manusia sehat yang lebih banyak,” jelas Penny,Kamis (13/8)
Ia mengatakan, setelah uji fase ketiga selesai, BPOM akan memberikan izin edar. Namun, lanjut dia, pihaknya tetap mengobservasi efek samping vaksin. Dalam tahap ini juga melibatkan petugas kesehatan dan masyarakat.
“Setelah fase ketiga bukan berarti selesai. Kami tetap melakukan observasi terus berkaitan dengan pemberian vaksin dan efek samping. Kami menyebutnya fase keempat, tapi sudah memiliki izin edar. Ini untuk melihat kalau ada efek samping,” tuturnya.
Menurut Penny, BPOM akan terus mendampingi proses pembuatan vaksin Covid-19, terutama dalam aspek jaminan keamanan, mutu, dan khasiat. Ia mengungkapkan, karena ini merupakan vaksin atau obat maka perlu dipastikan fasilitas kesehatan yang dipakai dalam prosesnya juga harus baik.
“Nanti ada sertifikasi juga untuk fasilitas produksinya,” imbuhnya
Diketahui, vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac Biotech Ltd telah diimpor PT Bio Farma dari China pada Juli lalu. Saat ini, vaksin tersebut akan diuji coba klinis tahap tiga pada 1.600 relawan di Jawa Barat.(sgr)






































