KanalBekasi.com – Sejumlah wilayah di Jawa Barat diketahui terjadi peningkatan jumlah warga yang B terkonfirmasi positiv Covid-19.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) siap menerapkan work from home (WFH) untuk kawasan Bandung Raya dan menutup objek wisata di Kabupaten Bandung serta Bandung Barat (KBB).
Kebijakan itu terpaksa dilakukan Emil karena kasus Covid-19 di kawasan ini memburuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Satgas Prediksi Ada Ledakan Kasus Covid-19 Dua Minggu Kedepan
Untuk diketahui, pasca libur dan mudik Lebaran 2021, terjadi lonjakan kasus Covid-19 di kawasan Bandung Raya. Meliputi, Kota/Kabupaten Bandung, Cimahi, Bandung Barat, dan Sumedang. Bahkan, Kabupaten Bandung dan KBB sekarang berstatus zona merah Covid-19.
Emil menuturkan, lonjakan kasus Covid-19 menyebabkan rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Bandung Raya nyaris penuh.
“Perbandingan tingkat keterisian atau bed occupancy ratio (BOR) RS rujukan Covid-19 di wilayah ini sudah melampaui batas standar maksimum Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Satgas Penanganan Covid-19 Pusat, ” kata Emil, Rabu (16/6)
“Wilayah Bandung Raya kami nyatakan sedang siaga satu Covid karena Minggu ini dua wilayah besarnya zona merah, yaitu KBB dan kabupaten Bandung,” imbuh Emil
Wilayah Bandung raya keterisian rumah sakit sudah melebihi standar WHO dan nasional yang di angka 70 persen. Sementara itu, Bandung Raya khusus ketersediaan tempat tidur Covid-19 (BOR) sudah di angka 84,19 persen.
Dengan indicator itu, Gubernur Jabar mengintruksikan jajarannya memberlakukan kebijakan work from home (WFH) dengan porsi kehadiran fisik hanya 25 persen sesuai intruksi menteri dalam negeri (mendagri).
“75 persen (sisanya) segera menyesuaikan diri untuk bekerja dari rumah dengan pengecualian yang tentu sudah kita pahami,” sambung Emil.
Di samping memberlakukan kembali WFH, Emil juga menutup akses wisatawan di Bandung Raya selama tujuh hari ke depan, terutama di wilayah Kabupaten Bandung dan KBB yang memang kerap dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, termasuk DKI Jakarta.
“Saya imbau wisatawan yang biasanya mayoritas dari DKI Jakarta kami minta untuk tidak datang selama tujuh hari ke depan ke wilayah Bandung raya,” imbaunya.
“Sehingga, kondisi siaga satu ini dipahami secara jelas bahwa kami sedang mengerem darurat untuk mengendalikan situasi yang memang terbukti oleh libur panjang mudik yang menghasilkan lonjakan luar biasa,” tandasnya.(sgr)






































