Bansos PPKM Darurat Cair Juli, Ibu Hamil dan Anak Usia Dini Dapat Rp 3 Juta

  • Whatsapp
Ilustrasi : Pencairan dana bansos (net)

KanalBekasi.com – Kementerian Sosial (Kemensos) akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang terdampak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diberlakukan 3-20 Juli 2021. 

Kemensos menyalurkan tiga yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST). 

Bacaan Lainnya

Dalam laman Cekbansos.kemensos.go.id Program Keluarga Harapan (PKH) menjangkau 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pencairannya dimajukan pada triwulan ketiga di bulan Juli. Bansos PKH yakni bansos yang besaran bantuannya berbeda nilainya karena bergantung dengan komposisi anggota keluarga KPM. 

Baca Juga: Ini Syarat Ibu Hamil dan Lansia Dapatkan Bansos BLT PKH

Sementara itu ibu hamil dan anak usia dini akan mendapatkan Rp 3 juta. Untuk keluarga yang memiliki anak SD maka akan dapat bantuan sebesar Rp 900.000, untuk anak yang sudah SMP dapat Rp 1,5 juta, dan untuk anak yang sudah SMA dapat Rp 2 juta. 

Sedangkan keluarga yang memiliki anggota disabilitas atau lansia akan mendapatkan Rp 2,4 juta. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Kartu Sembako dari semula menjangkau 15,93 juta KPM, ditingkatkan jangkauannya untuk 18,8 juta KPM dengan indeks Rp 200.000 per bulan.

Adapun PKH dan BPNT atau Kartu Sembako merupakan bansos reguler dalam rangka menurunkan angka kemiskinan. Penyaluran bantuan PKH dan BPNT/Kartu Sembako dilakukan secara non tunai melalui jaringan Himpunan Bank-bank Negara (Himbara). 

Bantuan Sosial Tunai (BST) akan menjangkau 10 juta KPM, disalurkan selama dua bulan yakni Mei dan Juni dan dibayarkan sekaligus dua bulan pada Juli.

Indeks BST yang diterima masyarakat KPM yakni Rp 300.000 per bulan. KPM BST adalah masyarakat terdampak pandemi yang sudah masuk dalam DTKS, yang tidak menerima PKH dan BPNT/Kartu Sembako. Lantaran dicairkan dobel, KPM BST bakal menerima bansos BST senilai Rp 600.000 pada Juli 2021. Penyaluran bansos BST dilakukan melalui jaringan kantor PT Pos Indonesia. 

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan selain bantuan beras 10 kilogram, Kemensos mengeluarkan kebijakan terbaru yakni menyalurkan bantuan beras untuk KPM PKH dan BST sebesar 10 kg per KPM.

“BST dan PKH disalurkan masing-masing bagi 10 juta penerima plus menerima beras sebanyak 10 kg,” ujarnya, Rabu (7/7) lalu

Penyaluran bantuan dilakukan melalui jaringan Perum Bulog yang tersebar di seluruh Indonesia. “Kami mengirimkan data penerima BST dan PKH ke Bulog dan mereka menyalurkan beras itu melalui jaringannya di seluruh Indonesia, ” ujar dia. 

Sehingga, untuk penyaluran BST Bulan Mei-Juni sekaligus akan diterima oleh penerima sebanyak Rp 600.000 ditambah dengan beras 10 kg dari Bulog. Adanya bantuan tambahan ini diharapkan masyarakat miskin terdampak pandemi tercukupi kebutuhan pokoknya. Penyaluran bansos ini sudah dilakukan sejak awal Juli 2021 dan bertahap sesuai pemutakhiran data pada situs Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 

Pemutakhiran data merupakan proses yang bersifat terus-menerus dan dinamis karena ada warga yang berpindah alamat, meninggal, atau mungkin tingkat kesejahteraannya berubah. Selain itu, Kemensos juga telah menyalurkan berbagai bantuan lain, termasuk telur matang untuk memenuhi kebutuhaan nutrisi masyarakat, tenaga kesehatan dan relawan, sehingga mereka diharapkan dapat meningkatkan daya tahan tubuhnya. 

Cara Cek Penerima Bansos PPKM Darurat di cekbansos.kemensos.go.id Cara cek penerima bansos Lebih lanjut, penerima BST dapat mengecek apakah dirinya termasuk penerima bansos atau tidak melalui laman DTKS atau di https://cekbansos.kemensos.go.id. 

 

Berikut tata caranya: 

Buka situs https://cekbansos.kemensos.go.id. 

Masukkan data provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan. 

Masukkan nama penerima manfaat sesuai KTP.

Ketik 8 huruf kode captcha (dipisahkan spasi) sesuai dengan kotak yang tertera. 

 

Jika huruf yang muncul kurang jelas, klik icon refresh untuk mendapatkan kode huruf baru. Kemudian, klik tombol “Cari Data”. Sistem Cek Bansos Kemensos akan mencari nama penerima manfaat sesuai wilayah yang dimasukkan.(sgr)

 

Pos terkait