KanalBekasi.com – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rochilawati membenarkan banyaknya tenaga administrasi dan tenaga kesehatan (nakes) di Dinkes yang terpapar Covid-19.
Saat ini pihaknya berencana membuat tim seefektif mungkin karena berkurangnya tenaga kesehatan yang sedang dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri.
Baca Juga: Ini 5 Kecamatan dan Kelurahan di Kota Bekasi dengan Penyebaran Covid-19 Tertinggi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“kami membentuk tim agar pelayanan bisa dilakukan secara efektif,” ujar Tanti, Rabu (30/6)
Saat ini pihaknya masih mereka keseluruhan nakes yang terpapar Covid-19 se-Kota Bekasi.
Nakes maupun tenaga administrasi sejauh ini sudah 200 orang yang terpapar Covid-19.
“Belum kita rekap keseluruhan se-Kota Bekasi, tapi menurut data di Dinkes baik itu nakes maupun tenaga administrasi ada 200 orang, ” terangnga
Diketahui, kasus penyebaran virus Covid-19 di Kota Bekasi terus meningkat.
Berdasarkan data corona.bekasikota.go.id pada Senin (28/6), total kumulatif masyarakat yang terpapar Covid-19 sejak Maret 2020 sebanyak 52.210 kasus.
Dengan rincian kasus aktif sebanyak 2.771 orang. Sedangkan yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 48.766 dan yang meninggal sebanyak 673 orang.
Dengan kondisi tersebut Walikota Bekasi melakukan revisi surat edaran perpanjangan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM berbasis mikro yang berlaku sampai 5 Juli 2021 mendatang.
Dalam surat edaran itu, kegiatan masyarakat pada malam hari hanya diizinkan sampai dengan pukul 20.00 WIB. Lebih rinci, dalam surat edaran itu mengatur kegiatan di pasar tradisional milik pemerintah dan swasta diizinkan beroperasi mulai jam 08.00 sampai 16.00, kecuali pedagang kaki lima (PKL) biasa beroperasi malam hari mulai jam 21.00-05.00.(sgr)






































