KanalBekasi.com — Lonjakan harga plastik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai menekan pelaku usaha kecil, terutama warung tegal (warteg) di Kota Bekasi. Kenaikan yang disebut-sebut berkaitan dengan konflik di Timur Tengah itu memaksa pedagang memutar strategi agar usaha tetap berjalan tanpa harus membebani konsumen.
Harga plastik mengalami kenaikan cukup tajam. Para pedagang menyebut lonjakan berkisar antara 50 hingga 60 persen, terutama untuk jenis plastik yang biasa digunakan sebagai pembungkus makanan.
Muhammad Saefudin, salah satu pemilik Warteg di Kayuringin, Bekasi Selatan, mengaku kenaikan tersebut sangat terasa dalam operasional harian. Harga plastik PE ukuran setengah kilogram yang sebelumnya berada di kisaran Rp9.000 kini melonjak menjadi sekitar Rp16.500.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kenaikannya paling terasa di plastik. Itu kan kebutuhan utama untuk bungkus makanan,” ujar Saefudin, Minggu (19/4).
Tak hanya plastik, sejumlah bahan pendukung lain juga ikut mengalami penyesuaian harga, seperti kertas nasi, ayam potong, hingga sayur-mayur yang naik sekitar 10 persen. Namun, menurutnya, beban terbesar tetap berasal dari komponen plastik sebagai alat kemasan utama.
Menghadapi kondisi tersebut, para pedagang mulai menerapkan langkah efisiensi. Salah satu cara yang dilakukan adalah mengurangi penggunaan plastik dengan menggabungkan beberapa jenis lauk dalam satu bungkus.
“Sekarang disiasati. Kalau bisa digabung, kita gabung supaya hemat plastik,” katanya.
Langkah ini dipilih sebagai alternatif agar harga jual tetap stabil. Pasalnya, menaikkan harga menu dinilai berisiko besar terhadap daya beli pelanggan.
“Kalau harga dinaikkan, pelanggan bisa berkurang. Warteg itu sensitif, selisih sedikit saja bisa berpengaruh,” jelasnya.
Di tengah tekanan biaya, kondisi omzet pun belum menunjukkan perbaikan signifikan dalam dua bulan terakhir. Hal ini membuat ruang gerak pedagang semakin terbatas dalam menentukan kebijakan usaha.
Fenomena ini menjadi gambaran nyata bagaimana dinamika global dapat berdampak langsung ke sektor usaha mikro. Para pelaku warteg di Kota Bekasi kini berharap harga kembali stabil agar usaha tetap bertahan tanpa harus kehilangan pelanggan setia. (Rob)






































