KanalBekasi.com – Rukun Jurnalis Bekasi (Rujuk) kamis lalu menggelar diskusi santai di alun-alun Kota Bekasi. tema yang diangkat “Masa Depan Olah Raga Kota Bekasi “. Kota penyanggah ibu kota ini memang punya prestasi yang tidak menonjol soal olahraga. Hanya ada beberapa atlet nasional yang lahir dari kota berpendududk 2,7 juta ini. Yang tak asing salah satunya Nur alim, Mantan bek nasional yang sempat membela timnas, selain itu Muhammad sejatera putra, peraih medali perak Seagames di Jakarta Agustus lalu.
Di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar di Bogor Oktober lalu, lagi-lagi Kota Bekasi tidak tercapai target medalinya. Bekasi hanya mendapat 46 Medali dari target 52. Ketua Koni Bekasi Abdul rosyad berkilah, tidak tercapainya target medali akibat minimnya sarana dan prasarana olahraga untuk berlatih.
“Cabang olah raga yang mendapat medali adalah cabang olahraga yang sarana dan prasarananya memadai” jawabnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak hanya itu, KONI juga menyoroti soal bonus atlet yang tak kunjung cair hingga saat ini. Bonus itu katanya sebagai motivasi para atlet berjuang. Pemkot Bekasi sudah menjanjikan bonus, untuk atlet perorangan peraih medali emas yaitu Rp 100 juta, medali perak Rp 50 juta dan medali perunggu Rp 25 juta. Sementara untuk kategori beregu besaran bonus disesuaikan.
“Kata-kata itu yang jadi motivasi untuk mereka, bonus atlet memang sejak awal diagendakan cair di tahun 2019. Adapun keinginan kita agar bisa direalisasikan ditahun ini (2018, red), namun tidak bisa karena sudah di floating tahun 2019,” Ujarnya
Senada dengan ketua koni, Kepala dinas Pemuda dan olahraga Kota Bekas Tedy hafni juga mengamini pernyataan Abdul rosyad. Tedy menyatakan Bonus atlet Kota Bekasi semoga bisa cair di awal 2019.
“ Kondisi keungan daerah yang hari ini masih belum mendukung “ Pungkasnya
Lain dengan Abdul rosyad, Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhiatmo tidak banyak bicara soal bonus atlet, Tri lebih banyak bicara soal bagaimana olahraga menjadi sebuah industri dan potensi wisata. Menurutnya bila sebuah event di selanggarakan akan mendatangkan banyak orang, sponsor swasta masuk, ekonomi meningkat.
Tri juga menambahkan, Kota Bekasi tidak punya Sumber daya Alam, jadi yang bisa di maksimalkan hanya sumber daya manusianya. Oleh karenanya dibutuhkan ide kreatif, atau lompatan-lompatan. Ia juga mencotohkan bagaimana membuat sebuah event iconik yang punya nilai jual, Misalnya Street soccer, bagaimana orang ramai-ramai bermain sepakbola di jalanan ketika Car freeday.
“Contoh lainnya festival tari ronggeng yang di ikuti 1.500 penari pada November lalu. Bagaimana antusiasnya masyarakat, orang luar banyak yang hadir, itu bisa menggerakkan ekonomi” kata Tri
Akmal marhali dari Save Our Soccer juga banyak bercerita bagaimana mengemas sebuah olahraga jadi gaya hidup. Ia mencontohkan Jerman, Negara tersebut punya wilayah yang sedikit lebih luas dari Bekasi. Namun sebagian besar orang Jerman menjadi anggota dari salah satu perkumpulan olahraga. Di samping menangani aktivitas olahraga, perkumpulan tersebut juga memegang fungsi penting di bidang kemasyarakatan dan partisipasi warga.
“Olahraga bisa dijadikan industri, kita banyak mendengar tentang tour de france di prancis. Di Bekasi kita bisa buat lomba lari menyelusuri tempat-tempat bersejarah misal” kata Akmal
Akmal juga menambahkan, Stadion Patriot Candrabaga juga punya kapasitas dan posisi yang strategis. Artinya bisa dimanfaatkan tidak hanya ketika Persija bertanding.
“Kalau tempat seperti taman kota ada sarana outbond atau wallclimbing tentunya bisa menambah gairah masyarakat soal olahraga, ketika olahraga sudah memasyarakat maka prestasi pasti mengikuti” pungkasnya.(sgr)






































