KanalBekasi.com – Polri mengungkapkan ada pihak yang berupaya agar masyarakat takut untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) di hari pencoblosan. Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol. Moechgiyarto mengatakan, upaya tersebut terlihat setelah ditemukannya indikasi penyebaran berita bohong.
“Isu yang berkembang menjelaskan indikasi tentang potensi chaos pada saat hari pencoblosan” Kata Moechgiyarto, Jumat, (29/3)
Baca Juga: Empat Daerah Jadi Prioritas Pengamanan Polri Jelang Pemilu
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berita bohong tersebut disebarkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk memancing ketakutan masyarakat, sehingga tidak datang ke TPS.
“Indikasinya sudah ada yang menyebarkan isu kalau Pemilu kacau, sehingga masyarakat takut” Terangnya
Jenderal bintang tiga tersebut menuturkan banyak masyarakat yang memilih untuk ke luar negeri. Apalagi, setelah hari pencoblosan banyak hari libur.
“17 April itu hari Rabu, kemudian Kamis hari terjepit, Jumat hari libur kenaikan Isa Almasih, Sabtu dan Minggu libur lagi” Tambahnya
Jika berita tidak diluruskan, sambung Moecgiyarto, Masyarakat akan berbondong-bondong keluar negeri dan golput akan terjadi.Kita menghindari golput besar-besaran. Kalau terjadi berarti partisipasi masyarakat terhadap Pemilu semakin rendah.
“Polri berharap semua pihak melakukan cooling system dan menyambangi masyarakat agar tidak golput, kerugian bagi kita bila angka golput tinggi” Pungkasnya. (sgr)






































