KanalBekasi.com – Aksi sulap Adri Manan dan Istrinya Meliana Pancarani alias Rani mampu memukau penontonnya yang sebagian besar orangtua dan siswa sekolah. Aktraksi unik yang dibawakan pesulap senior ini , sekaligus memberikan pemahanan tentang bahaya gadget atau gawai terhadap anak.
Saat ditemui di Sekolah Ananda Bekasi, Adri Manan mengatakan bahwa keberadaan teknologi yang diaplikasikan ke dalam gadget harus disikapi secara bijaksana oleh para orang tua.
Sebab, keberadaan gadget yang di dalamnya terdapat internet, game online dan sebagainya dapat mengakibatkan beberapa hal seperti tingkat emosi yang labil, buta bicara atau tidak pandai bicara dan beberapa hal lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui seminar kepada seluruh siswa kelas 1-6 dan orang tua siswa di SDS Ananda Bekasi, diharapkan mereka mampu mengontrol keberadaan atau penggunaan gadget terhadap anak-anaknya,” jelasnya, Rabu (10/4).

Baca Juga: Tampil Beda, SDS Ananda Kenakan Kostum Cabor Saat Pembagian Raport
Melalui seminar yang diisi lewat pertunjukan sulap ini, Andri menargetkan agar anak-anak di tingkat SD tidak menjadikan gadget atau gawai sebagai idola utama mereka, melainkan orang tuanya sebagai idola mereka.
“Saya punya program agar mamaku idolaku bukan sebaliknya gadget yang menjadi idola melalui seminar dan pertunjukan sulap di dalamnya,” tambahnya.
Baca Juga: Dua Siswa SDS Ananda Jadi Wakil di Ajang PAI
Dia pun mengatakan, bagi anak-anak yang terlanjur kecanduan gadget maupun internet, hal ini dipersepsikan seperti ‘orang sakit jiwa’, karena kebanyakan dari mereka telah labil, tidak fokus, buta bicara dan sebagainya karena radiasi serta dampak yang ditimbulkan dari penggunaan gadget yang berlebihan.
“Jangan sampai hal ini terjadi di lingkungan keluarga kita, untuk itu melalui komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, diharapkan hal bisa dicegah agar tidak terlalu jauh dan saya berpesan agar orang tua mempelajari bahayanya sehingga bisa dicegah,” harap Adri.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDS Ananda Bekasi, Bayu Artadri, berharap melalui kegiatan seminar tentang bahaya gadget di lingkungan siswa terutama di tingkat SD yang melibatkan para siswa dan orang tua, bisa menjadi bekal bagi orang tua untuk terus membentengi anak-anaknya dari bahaya gadget tersebut.
“Minimal mereka bisa tahu dan mengedukasi buah hatinya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan karena pengaruh gadget dan sebagainya,” tutupnya.(gir)






































